Diare Pada Anak

Diare adalah keadaan buang-buang air dengan banyak cairan dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain. Kasus ini banyak terdapat di negara-negara berkembang dengan standar hidup yang rendah, dimana dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian penting pada anak-anak.

Dalam lambung, makanan dicerna menjadi “bubur” (chymus), kemudian di teruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon). Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalanan melalui usus besar. Airnya juga diresorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai feses.

Penyebab Diare

Pada diare terdapat gangguan dari resorpsi, sedangkan sekresi getah lambung-usus dan motilitas usus meningkat.

Menurut teori klasik diare disebabkan oleh meningkatnya peristaltik usus tersebut, sehingga pelintasan chymus sangat dipercepat dan masih mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja. Penelitian dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa penyebab utamanya adalah bertumpuknya cairan di usus akibat terganggunya resorpsi air atau terjadinya hipersekresi. Pada keadaan normal proses resorpsi dan sekresi dari air dan elektrolit-elektrolit berlangsung pada waktu yang sama di sel-sel epitel mukosa. Proses ini diatur oleh beberapa hormon, yaitu resorpsi oleh enkefalin (morfin endogen, Analgetika Narkotika) sedangkan sekresi diatur oleh prostaglandin dan neurohormon V.I.P (Vasoactive Intestinal Peptide). Biasanya resorpsi melebihi sekresi, tetapi karena sesuatu sebab sekresi menjadi lebih besar daripada resorpsi dan terjadilah diare. Keadaan ini sering kali terjadi pada gasroenteritis (radang lambung-usus) yang disebabkan oleh virus, kuman dan toksinnya.

Dehidrasi

Pada diare hebat yang sering kali disertai muntah-muntah, tubuh kehilangan banyak air dan garam-garamnya, terutama natrium dan kalium. Hal ini mengakibatkan tubuh kekeringan (dehidrasi), kekurangan kalium (hipokaliemia) dan adakalanya acidosis (darah menjadi asam) yang tidak jarang berakhir dengan shock dan kematian. Bahaya ini sangat besar khususnya bagi bayi dan anak-anak karena organismenya memiliki cadangan cairan intra-sel yang hanya kecil sedangkan cairan ekstra selnya lebih mudah dilepaskannya dibanding tubuh orang dewasa.

Gejala pertama dari dehidrasi adalah perasaan haus, mulut dan bibir kering, kulit menjadi keriput (hilang kekenyalannya), berkurangnya air seni dan menurunnya berat badan, juga gelisah. Kekurangan kalium terutama mempengaruhi sistem neuromuskuler dengan gejala mengantuk (letargi), lemah otot dan sesak nafas (dyspnoea).

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Penyakit Diare

250px-DiareMasalah penyakit diare merupakan masalah yang mendunia. Seperti sebagian besar penyakit anak-anak lainnya, penyakit diare tersebut jauh lebih banyak terdapat di Negara berkembang daripada Negara maju yaitu 12,5 kali lebih banyak di dalam kasus mortalitas. Diantara banyak bentuk penyakit diare, yang dihadapi oleh anak-anak berusia di bawah lima tahun (khususnya yang rentan) yang paling parah menurut manifestasi klinisnya adalah kolera, infeksi rotavirus, dan disentri.  Pada tingkatan yang lebih umum terdapat dua indicator efek kesehatan yang dapat dengan mudah diajukan, pertama yanhg berhbungan dengan angka kematian akibat penyakit diare, dan yang satu lagi dengan angka morboditas. Penyakit diare secara alami sering terjadi berulang kali dalam interval yang tidak tentu sehubungan dengan jumlah wabah penyakit (sebuah wabah biasanya didefinisikan sebagai suatu kejadian dari satu atau lebih kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit yang sama, atau suatu peningkatan jumlah kasus yang diobservasi melebihi jumlah yang diperikarakan). Berikut ini, indicator efek kesehatan yang kemudian diajukan :

  1. Angka mortalitas diare pada anak-anak usia 0-4 tahun
  2. Angka morbiditas pada anak-anak usia 0-4 tahun.
  3. Angka kekambuhan wabah-wabah penyakit diare pada anak-anak usia 0-4 tahun.

Penyebab utama masalah penyakit diare adalah infeksi atau vrus. Jalur masuk itama infeksi tersebut melalui feses manusia atau bintang, makanan, air dan kontak dengan manusia. Kondisi lingkungan yang menjadi habitat atau pejamu untuk patogen tersebut atau peningkatan kemungkinan kontak dengan penyebab tersebut menjadi resiko utama penyaiit ini. Sanitasi dan kebersihan rumah tangga yang buruk, kurangnya minum air yang aman dan pajanan pada sampah yang padat (misalnya melalui pengambilan sampah atau akumulasi sampah dilingkungan) yang kemudian mengakibatkan penyakt diare. Semua hal ini kemudian sering diasosiasikan dengan fasilitas manajemen sampah dan air yang buruk, prosedur yang aman dalam system persediaan makan (misalnya selama manajemen diperternakan, penyimpanan, makanan dan penjualan makanan eceran) yang kurang memadai, dan pengendalian polusi lingkungan (misalnya dengan limbah pertanian) yang tidak memadai.

Epidemik masalah penyakit diare juga dapat terjadi sebagai akibat dari kejadin polusi atau bencana alam besar seperti banjir. Musim kamarau  tampaknya juga menyebabkan wabah penyakit diare karena bertambahnya kekuatan patogen di saluran air dan kebutuhan akan penyimpanan air rumah tangga (sering terdapat dalam kondisi yang sangat tidak memadai). Diluar hal-hal ini terdapat banyak penyebab yang lebih umum dari status kesehatan buruk pada anak-anak, yaitu kemiskinan, pengucilan dibidan social dan kebijakan serta pengendalian lingkungan yang buruk.

Tindakan untuk mengurangi resiko penyakit diare secara nyata harus ditujukan pada lingkungan dan permasalahan social mendasar yang menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan penyakit. Perbaikan dalam penyediaan air, sanitasi, manajemen sampah dan kebersihan  makanan harus didahulukan. Namun pada jangka waktu yang singkat terdapat pula kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Respons yang cepat dan efektif menjadi pentng karena penyakit diare yang membunuh secara cepat. Angka mortalitas karena diare dapat banyak berkurang jika terapi rehidrasi oral segera dilakukan.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare Anak

Penyakit diare anak lazim diijumpai, terutama pada bayi. Diare terjadi bila anak buang air besar lebih encer dan lebih sering dari biasanya. Tinja anak diare dapat mengandung lendir dan darah, tergantung pada penyebabnya. Gejala lain dari diare pada anak adalah demam dan muntah. Kadang gejala muntah dan demam mendahului geala diarenya. Diare dapat menyebabkan bayi kekurangan cairan.

Penyebab penyakit diare anak sangat bermacam-macam, antara lain infeksi (bakteri atau virus) dan alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare harus segera ditangani. Bila tidak, diare dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal.

Lifebuoy-5g-Gejala-dan-Pengobatan-Diare-Pada-Anak-fix

Virus yang paling banyak menyebabkan penyakit diare anak adalah virus rotavirus. Diare juga dapat disebabkan oleh bakteri, seperti Shigella, Vibrio Cholera, Salmonella (nonthypoid), dan Escherichia Coli. Si kecil dapat mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diarenya hebat dan diikuti kejang, darah pada tinja, dan demam.

Aturan cemas memberi makan diare pada anak adalah memberi makan dalam porsi kecil, namun sering. Kondisi tinja mungkin memerlukan waktu untuk menjadi pulih karena usus bayi cenderung lambat untuk kembali normal. Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan pemberian ASI. Di kondisi ini, ibu perlu menghindari softdrink dan kopi yang dapat memperburuk keadaan si kecil. Makan dan minum diberikan serperti biasa untuk menghindari dehidrasi dan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

 

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare Pada Anak dan Balita

Diare pada anak merupakan gangguan kesehatan dan pencernaan yang memang kerap melanda anak-anak dan balita. Setiap tahun, tedapat sekitar 1500 juta kejadian diare pada anak dan balita dan sebagai akibat langsungnya lebih dari 3 juta anak meninggal. Secara tidak langsung, jutaan anak lain meninggal akibat efek gabungan yang ditimbulkan oleh diare dan malnutrisi.

Infeksi karena strain patogenik E.coli mungkin merupakan peryebab terumum penyakit diare di begar berkembang. Mikrooganisme ini menyebabkan sampai 25% kasus penyakit diare pada bayi dan anak-anak dan secara khusus dikaitkan dengan pemberian makanan tambahan.

Diare adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak. Diare sangat kejam tidak peduli ibu menagis ketika balitanya terkapar dan meninggal dunia akibat diare.

Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga, Depkes RI tahun 1996, 12% penyebab kematian adalah diare. Disebutkan akibat diare dari 1000 bayi, 70 bayi meninggal dunia sebelum merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Diare

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati, namun jika si penderita sudah terlanjur menderita diare tindakan pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan rehidrasi, karena penyakit ini menghilangkan cairan tubuh, maka tindakan cepat yang harus dilakukan adalah memberikan obat untuk mencegah atau mengatasi keadaan dehidrasi dan kehilangan garam.
Karena itu pada bayi dan anak-anak sampai usia sekitar 3 tahun dan lansia diatas 65 tahun . Untuk tujuan ini WHO telah menganjurkan tindakan ORS (Oral Rehdration Solution). Vitamin a atau garam oralit ORS merupakan suatu larutan dari campuran NaCI 3,5 g, KCI 1,5 g, Natrisat 2,5 g da glukosa 20 g dala 1 liter air matang.
Efek pemberian ORs ini adalah betmabhanya penyerapan kembali air dari elektrolit. Air dan ORS akan diserap dengan cepat agar osmolarias cairan usus bercapur dengan darah. Jenis cairan yang perlu diberikan menurut leaflet karena RSI Santosa Bandung, adalah garam rehidrasi oral, ASI, air tajin (cairan yang ada waktu membuat bubur), sup, air tajin, dan air buah buahan. Disamping itu apa bula diberikan cairan teh cair, air kelapa muda. Bila jenis cairan diatas tidak dapat diperoleh bisa dibuat oralit khusus yaitu 1 sendok makan garam di campur 1 sendok teh gula,
Cairan tersebut selalu diberikan kepada anak-anak setiap kali sehabis buang air besar.

 

 

 

Sedangkan jumlah yang perlu diberikan adalah sekitar 1/4 atau 1/2 mangkuk besar bagi anak-anak yang baru berusia 2 tahun ke bawah dan diberikan sedikit demi sedikit. Pemberian untuk anak diatas 2 tahun antara setengah dan satu mangkuk. Jika penderita muntah tunggal selama 10 menit kemudian baru diberikan lagi minuman tersebut secara perlahan lahan cairan ini terus diberikan sampai diare terhenti.
Garam rehidrasi oral (ORS) bisa pula disebut dengan Oralit. Merupakan suatu minuman yangb khas untuk diare, biasanya dibuatkan oleh dokter atau perawat dan bidan dalam pengobatan pertama penderita diare agar tidak kekurangan cairan pada penderita. Ia bisa diperoleh di apotik, toko obat, atau di Puskesmas yang ada.
Oralit ini harus dilarutkan dengan menambahkan air yang hangat kuku. Jumlah air harus sesuai dengan petunjuk yang ada dibungkus oralit tesebut agar tidak berlebih atau berkurang. Yang perlu diperhatikan oralit tidak boleh disimpan melebihi 24 jam.
Bayi yang mendapat ASI dan menderita diare, aturan itu tetap diberikan. Bila penderita tidak biasa menghisap ASI maka ASI dapat diperas dan dimasukkan ke dalam botol atau diberikan dengan menggunakan sendok.
Larutan oralit ini dapa pula dibuat dari bahan tepung beras. Dalam kondisi darurat larutan oralit dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada disetiap rumah tangga. Tepung beras 50 gram, di campur dengan 1 liter air selama 7-10 menit, kemudian disaring. Larutan garam dapur dimasukkan 3,5 gram (lebih kurang 1/2 sendok teh rata) dan ditambahkan air matang lagi sampai bervolume jadi 1 liter tepat. KCI dan sistrat dalam hal ini jauh kurang penting daripada garam dan pati yang esensial bagi penyerapan air.
Kemungkinan lain dilaporkan sama efektifnya padalautan garam dapur 3,5 gram dengan gula putih 30 gram(=kl 1 sendok makan) dalam satu liter air matang.
Namun secara medis , obat yang sering digunakan pada diare adalah: 1) “kemoterapeutika”, untuk memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, dan sebagainya, 2) “obstipansia”, untuk terapi simtomais yang dapat menghentikan diare, 3) “spasmolitika”, zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare, antara lain seperti-papaverin.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Diare

Pada umumnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu para penderita diare, misalnya orang tua harus bertindak cepat agar cairan yang masuk harus seimbang dengan cairan yang keluar diusahakan cairan yang masuk lebih banyak dari cairan yang keluar. Bila penderita mengalami dehidrasi ringan maka cukup dengan memberikan norit atau larutan garam dan gula. Namun bila penderita mengalami dehidrasi berat diperlukan terapi cairan.

Bila virus/ bakteri masuk ke dalam tubuh, bakteri itu akan mengeluarkan racun dan tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan racun tersebut dengan cara muntah. Namun sebagian besar akan turun ke pencernaan bagian bawah dan berkembang biak namun proses tesebut memerlukan waktu 8 jam, kemudian penderita barulah mencret. Dengan demikian sebenarnya mencret itu akan turut membantu mengeluarkan kuman sehingga tidak perlu diberi obat untuk menggantikannya.
Bila virus/ bakteri tersebut tidak bisa keluar, maka perut penderita akan menjadi kembung, sebab kuman akan mengeluarkan gas. Begitu kuman/cirus sudah keluar semua, maka mencret tad juga akan turut berhenti.
Oleh karena itu pencegahan penyakit diare umumnya harus ditujukan pada tindakan higiene dan pencernaan mengenai kebersihan, khususnya cuci tangan dengan bersih sebelum makan, atau memakan makanan yang bersih. Demikian pula dengan alat-alat dapur dan bahan-bahan makanan yang harus steril dari kuman-kuman dengan mencucinya dengan baik dan sempurna.
Namun demikian, pencegahan dengan memberikan obat antibiotika pada dasarnya tidak di anjurkan, karena resiko terjadi resistensi. Yang penting tindakan pencegahan pada diare perlu dilakukan. Bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi, sebaiknya memberikan ASI (Air Susu Ibu) selama 6 bulan agar kekebalan tubuh cukup tertanam. Hendaknya bayi berusia 4-8 bulan diberikan makanan tambahan yang bersih dan bergizi tinggi namun ASI tetap diberikan. Demikian pula bila ASI, sebaiknya diberikan dengan botol yang utama kebersihannya.

Tindakan pencegahan penting lainnya, air minum perlu dimasak dan didinginkan dulu sebelum diminum. Berikan imunisasi untuk mencegah tumbuhnya campak, karena campak bisa menumbulkan diare semakin hebat.
Disamping itu selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum menyediakan makanan, atau sebelum makan dan setelah buang air besar.
Tindakan pencegahan yang umumnya harus dilakukan seperti menutup makanan dan minuman dengan tudung saji untuk mencegah hinggapnya lalat dan debu. Makanan sebaiknya dimasak dan segera setelah dimasak jangan dibiarkan terlalu lama hingga mudah tercemar.
Juga tindakan berjaga-jaga yang perlu dilakukan, adalah menjaga kebersihan rumah dan halaman untuk menghindari berterbangannya lalat-lalat yang membawa penyakit. Serta yang harus dilakukan sejak awal adalah membuang sampah pada tempatnya.
Dari semua tindakan pencegahan penyakit diare bahwa setiap orang harus bertindak cermat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Diare akan menyebarkan kuman-kumannya ke makanan karena itu makanan harus diberikan selama anak sakit haruslah yang bergizi.Jika ada penderita diare yang memakan makanan kurang gizi , tentu orang tuanyalah yang disalahkan.
Anak yang sudah menderita diare sebaiknya diberikan nasi lembek. Pada awal diare dan selanjutnya dapat diberikan daging cincang, apabila diare berhenti, buah-buahan seperti pisang bisa diberikan kepada penderita. Demikian pula dapat diberikan makanan yang baru dimasak 5 atau 6 kali sehari.
Berikan juga macam buah-buahan sekurang-kurangnya 1 minggu untuk mendapatkan kembali nutrisi yang hilang selama diare. Yang paling penting diperhatikan adalah pemberian ASI untuk penyembuhan sehingga kesehatan mereka cepat pulih kembali.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare

Pada penderita diare, mereka mengeluarkan racun, namun nutrisi tidak masuk tubuh ke dalam tubuh penderita padahal ia memerlukan banyak kalori. Untuk memenuhi kalori pada penderita diare, kompensasi mereka akan memecahkan kembali sycogen yang tersimpan didalam otot menjadi glukosa. Dengan tersedianya glykosis maka timbul rasa mual sampai akhirnya muntah. Selama belum ada yang masuk proses glykosis ini akan berlangsung terus sehingga mual dan muntah semakin sering terjadi.

 

Proses ini kelak baru terhenti bila dalam proses pengobatan masuknya cairan infuse yang mengandung gula masuk ke lambung pederita.
Gejala-gejala yang bisa timbul dalam penyakit diare ini adalah perut terasa sakit dan terasa mulas. Peningkatan frekuensi volume cairan dalam kotoran semakin tinggi. Kotoran itu ada yang berupa darah atau lendir saja. Disekitar anus terasa panas dan seolah-olah ingin buang air saja. Rasa demam juga menggejala dan perut terasa kembung. Perut terasa mual dan ingin muntah saat terjadi kejang-kejang pada si penderita. Dengan demikian berat badan akan melorot dengan tajam.
Bila penderta terus menerus kehilangan cairan karena bocor trsebut, dan terlambat mendapat pertolongan maka akan muncul gejala-gejala baru seperti anak-anak semakin kehilangan cairan tubuh yang banyak. Akibatnya mata akan cekung lalu harus, dan tidak ada lagi air mata bila si penderita menangis. Masih sering buang air kecil, tapi juga sedikit, warna kencing pekat.
Juga badan yang tinggi, si penderita tidak mau makan seperti biasa, kadang-kadang dia sering muntah. Dalam kondisi ini buang air besarnya sering pula mengandung darah, buang air itu beberapa kali dalam waktu 2 jam. Diare kronis akan berlangsung selama 2 minggu.
Dengan demikian, diare amat berbahaya bila tidak diberikan perawatan dengan baik yang dapat menyebabkan kematian. Kematian bagi penderita diare ini disebabkan oleh dehidrasi atau kehilangan cairan dan mineral yang terlalu banyak padan penderita. Karena itu bila diare menyerang penderita maka perlu diberikan air minum yang lebih banyak untuk menggantikan cairan yang hilang.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Diare

Diare merupakan salah satu penyakit yang berulang-ulang buang air besar yang sifatnya encer (cair). Ia sering pula disebut sebagai mencret atau dalam bahasa minang “mamboco”. Istilah diare berasal dari bahasa Yunani “diarrea” = mengalir melalui. Bila seseorang dihinggapi dan mendrita penyakit ini ia akan sering kali ke belakang (toilet) untuk membuang hajat yang sifatnya air dan tidak bisa ditahan-tahan. Penyakit diare seperti in banyak ditemukan di negara-negara yang kondisi hidup mereka masih miskin, sehingga mereka terpaksa makan apa saja, dan tidak teratur dan jenisnya juga tidak memenuhi syarat.

Namun bagi negara yang standar hidupnya sudah membaik dan sudah bisa menyediakan makanan yang cukup bergizi penyakit diare ini juga lenyap begitu saja. Salah satu cara yang perlu dicatat bahwa penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak di bawah umur 5 tahun. Mereka lebih sering buang air besar yang cair ini yang biasanya lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam dengan kondisi cair.
Meskipun sering terjadi pada anak-anak, namun orang tuanya diliputi rasa cemas yang kepalang karena seringnya diare datang secara tiba-tiba.
Oleh sebab itu, orang tua harus memahami sedikit banyak apa penyebab dan upaya pencegahannya agar penyakit itu tidak datang menyerng sehingga orang yang mendekati si penderita jangan sampai hilang akal.

Menurut teori konvensional penyakit diare disebabkan oleh masuknya (invansi) kuman-kuman ke dalam usus yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Tapi penyebab utama dikarenakan virus (lebih dari 50 persen).
Dalam kondisi ini gerakan perlintasan usus meningkat tajam sehingga perlintasannya sangat di percepat dan masih mengandung bahan cair pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja.
Penyebab utama diare adalah bertumpuknya cairan didalam usus akibat terganggunya penyerapan air. Lebih dari 70 persen kasus diare yang disebabkan oleh virus, biasanya disertai dengan infeksi saluran pelepasan, karena itu anak-anak yang sedang dijangkiti diare diikuti oleh bakteri dan tenggorokannya merah serta telinga.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare Pada Anak

Diare merupakan “plesetan” dari bahasa kedokteran “diarrhoea”. Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Definisi diarrhoea adalah buang air encer lebih dari 4 kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak.

Di dalam tubuh terdapat berbagai jenis kuman yang jika tubuh dalam keadaan sehat bersifat kongensal (diam). Namun, ketika tubuh sakit atau lemah kondisinya, kuman akan menjadi patogen, menimbulkan berbagai gangguan. Dalam keadaan biasa, makanan dari usus halus yang masuk ke dalam usus besar tidak menimbulkan masalah karena ada kelep yang menghalanginya kembalinya kuman dari usus besar ke dalam usus halus. Namun, jika kelepnya rusak, berbagai kuman patogen akan masuk seperti E. coli atau jenis vibrio sebagai penyakit muntaber, mencret yang disertai gejala muntah-muntah.

Gejala Diare

- Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah, suhu badannya meninggi

- Tinja bayi encer, berlendir dan berdarah

- Warna tinnja kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu

- Anusnya lecet

- Gangguan gizi akibat intake (asupan) makanan yang kurang

- Muntah sebelum atau sesudah diare

- Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah).

- Dehidrasi (kekurangan cairan)

Jenis-Jenis Diare

1. Diare Akut

Diare akut adalah diare yang terjadi sewaktu-waktu tetapi gejalanya tidak berat. Penyebabnya sebagai berikut :

a. Gangguan jasad renik atau bakteri yang masuk ke dalam usus halus setelah melewati berbagai rintangan asam lambung

b. Jasad renik yang berkembang pesat di dalam usus halus

c. Racun yang dikeluarkan oleh bakteri

d. Kelebihan cairan usus akibat racun

2. Diare Kronis

Pada diare kronis atau diare menahun, kejadiannya lebih kompleks. Berikut beberapa faktor yang menimbulkannya, terutama jika sering berulang pada anak

a. Gangguan bakteri , jamur, dan parasit
b. Malabsorpsi kalori
c. Malabsorpsi lemak

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Diare

Berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan beberapa jenis gastroenteritis dan diare, sebagai berikut :

1. Diare Akibat Virus

Misalnya ‘influenza perut’ dan ‘travellers diarrhoea’ yang disebabkan antara lain oleh rotavirus dan adenovirus. Virus melekat pada sel-sel mukosa usus yang menjadi rusak sehingga kapasitas resorpsi menurun dan sekresi air dan elektrolit memegang peranan. Diare yang terjadi bertahan terus sampai beberapa hari sesudah virus lenyap dengan sendirinya, biasanya dalam 3-6 hari. 90% dari semua diare wisatawan disebabkan oleh virus atau kuman E. coli spec (tidak ganas)

2. Diare Bakterial Invasif

Bersifat menyerbu dan sering terjadi, tetapi mulai berkurang berhubung semakin meningkatnya derajat higiene masyarakat. Kuman pada keadaan tertentu menjadi invasif dan menyerbu ke dalam mukosa, dimana terjadi perbanyakan diri sambil membentuk toksin. Enterotoksin ini dapat diresorpsi ke dalam darah dan menimbulkan gejala hebat, seperti demam tinggi, nyeri kepala dan kejang-kejang. Selain itu mukosa usus yang telah dirusak mengakibatkan diare berdarah dan berlendir. Penyebab terkenal dari pembentuk enterotoksin adalah bakteri E. coli spec, Shigella, Salmonella dan Campylobacter. Diare ini bersifat “self-limiting”, artinya akan sembuh dengan sendirinya dalam 5 hari pengobatan, setelah sel-sel yang rusak diganti dengan sel-sel mukosa baru.

3. Diare Parasiter

Terjadi akibat protozoa seperti Entamoeba histolytica dan Giardia lamblia, yang terutama terjadi di daerah (sub)tropis. Yang pertama membentuk enterotoksin pula. Diare akibat parasit ini biasanya bercirikan mencret cairan yang intermiten dan bertahan lebih lama dari 1 minggu. Gejala lainnya dapat berupa nyeri perut, demam, anoreksia, nausea, muntah-muntah dan rasa letih umum (malaise).

4. Diare Akibat Penyakit

Misalnya colitis ulcerosa, p. Crohn, Irritable Bowel Syndrome (IBS), kanker colon dan infeksi-HIV. Juga akibat gangguan-gangguan seperti alergi terhadap makanan atau minuman, protein susu sapi dan gluten (coeliakie) serta intoleransi untuk laktosa karena defisiensi enzim laktase

5. Diare Akibat Obat

Yaitu digoksin, kinidin, garam-Mg dan litium, sorbitol, betablockers, perintang-ACE, reserpin, sitostatika dan antibiotika berspektrum luas (ampisilin, amoksisilin, sefalosporin, klindamisin, tetrasiklin). Semua obat ini dapat menimbulkan diare “baik” tanpa kejang perut dan perdarahan. Adakalanya juga akibat penyalahgunaan laksansia dan penyinaran dengan sinar X (radioterapi).

6. Diare Akibat Keracunan Makanan

Sering terjadi, misalnya pada waktu perhelatan anak-anak sekolah atau karyawan perusahaan dan biasanya disertai pula dengan muntah-muntah. Keracunan makanan didefinisikan sebagai penyakit yang bersifat infeksi atau toksis dan diperkirakan atau disebabkan oleh mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Penyebab utamanya adalah tidak memadainya kebersihan pada waktu pengolahan, penyimpanan dan distribusi dari makanan atau minuman dengan akibat pencemaran meluas. Kuman-kuman Gram-negatif yang lazimnya menyebabkan keracunan makanan dengan toksinnya adalah seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini :

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment