Diare Pada Anak

Diare pada anak adalah keadaan buang-buang air dengan banyak cairan dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lain yang terjadi pada anak anda. Kasus ini banyak terdapat di negara-negara berkembang dengan standar hidup yang rendah, dimana dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian penting pada anak-anak.

Dalam lambung, makanan dicerna menjadi “bubur” (chymus), kemudian di teruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon). Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalanan melalui usus besar. Airnya juga diresorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai feses.

Penyebab Diare Pada Anak

Pada diare terdapat gangguan dari resorpsi, sedangkan sekresi getah lambung-usus dan motilitas usus meningkat.

Menurut teori klasik diare pada anak disebabkan oleh meningkatnya peristaltik usus tersebut, sehingga pelintasan chymus sangat dipercepat dan masih mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja. Penelitian dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa penyebab utamanya adalah bertumpuknya cairan di usus akibat terganggunya resorpsi air atau terjadinya hipersekresi. Pada keadaan normal proses resorpsi dan sekresi dari air dan elektrolit-elektrolit berlangsung pada waktu yang sama di sel-sel epitel mukosa. Proses ini diatur oleh beberapa hormon, yaitu resorpsi oleh enkefalin (morfin endogen, Analgetika Narkotika) sedangkan sekresi diatur oleh prostaglandin dan neurohormon V.I.P (Vasoactive Intestinal Peptide). Biasanya resorpsi melebihi sekresi, tetapi karena sesuatu sebab sekresi menjadi lebih besar daripada resorpsi dan terjadilah diare. Keadaan ini sering kali terjadi pada gasroenteritis (radang lambung-usus) yang disebabkan oleh virus, kuman dan toksinnya.

diare pada anak

diare pada anak

Dehidrasi

Pada diare hebat yang sering kali disertai muntah-muntah, tubuh kehilangan banyak air dan garam-garamnya, terutama natrium dan kalium. Hal ini mengakibatkan tubuh kekeringan (dehidrasi), kekurangan kalium (hipokaliemia) dan adakalanya acidosis (darah menjadi asam) yang tidak jarang berakhir dengan shock dan kematian. Bahaya ini sangat besar khususnya bagi bayi dan anak-anak karena organismenya memiliki cadangan cairan intra-sel yang hanya kecil sedangkan cairan ekstra selnya lebih mudah dilepaskannya dibanding tubuh orang dewasa.

Gejala pertama dari dehidrasi adalah perasaan haus, mulut dan bibir kering, kulit menjadi keriput (hilang kekenyalannya), berkurangnya air seni dan menurunnya berat badan, juga gelisah. Kekurangan kalium terutama mempengaruhi sistem neuromuskuler dengan gejala mengantuk (letargi), lemah otot dan sesak nafas (dyspnoea). Kadang gejala diare pada anak ini disertai dengan muntah-muntah, badan lesu atau lemah, panas, mulai tidak nafsu makan, bahkan sampai darah yang bercampur dengan kotoran ketika si kecil buang air besar.

Tips yang dapat bunda lakukan ketika buah hati anda terserang diare pada anak:

  1. Teruslah untuk memberikan ASI, susu formula, dan makanan padat kepada si kecil.
  2. Segera berikan oralit atau larutan gula garam yang berfungsi untuk mengganti cairan tubuh anak yang hilang.
  3. Jangan berikan obat antidiare kepada penderita penyakit diare pada anak karena justru akan menghambat kuman yang akan keluar dari dalam tubuh si kecil.
  4. Berikan makanan seperti biasa ketika si kecil sehat. Namun ada baiknya anda mengurangi sedikit porsian dan berikan lebih sering. Ada baiknya anda menghindarkan makanan yang mengandung banyak serat seperti sayur dan buah.
  5. Kenali dan waspadai tanda-tanda dehidrasi ketika diare pada anak menyerang. Tanda tersebut antara lain spereti mata si kecil yang cekung, mulut yang kering, rasa haus, dan kencing berkurang.
  6. Segera bawa buah hati bunda kedokter bila diare pada anak berlangsung lebih dari 2 hari, beberapa kali mengeluarkan tinda cair dalam 1 jam, sering muntah-muntah, demam lebih dari 39 derajat celcius, tubuh sikecil yang sangat lemas, dan sering mengantuk atau tidak merespon anda.

Ketika si kecil mengalami diare ada baiknya anda terus memberinya makanan agar anak anda tidak kekurangan gizi dan lemas. Cara yang harus bunda terapkan untuk memilih makanan yang tepat untuk diare pada anak antara lain:

  1. Beri anak makanan yang mengandung pectin yang akan membantu dalam menyerap air dalam tubuh anak anda. Makanan yang mengandung pectin seperti apel, kentang, pisang, apricot, dan wortel. Anda dapat mengolahnya menjadi sayur dengan tambahan bahan yang lain yang anak anda sukai untuk membantu menaikkan nafsu makan anak anda.
  2. Bunda dapat memilih makanan yang lebih mudah dicerna dan juga diserap oleh sistem tubuh si kecil. Makanan yang mudah dicerna adalah bubur atau nasi tim.
  3. Brikan jus dari buah-buahan yang bersifat netral untuk mengganti cairan yang hilang dari dalam tubuh si kecil akibat diare pada anak. Jus yang diberikan sebaiknya tidak terlalu asam seperti salah satunya adalah buah melon.
  4. Jangan berikan kepada anak anda makanan yang dapat memicu terjadinya diare pada anak seperti makanan yang digoreng, gula atau pemanis buatan, makanan berserat dan kubis.
Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Masalah Penyakit Diare

masalah penyakit diare

masalah penyakit diare

Masalah penyakit diare merupakan masalah yang mendunia. Seperti sebagian besar penyakit anak-anak lainnya, penyakit diare tersebut jauh lebih banyak terdapat di Negara berkembang daripada Negara maju yaitu 12,5 kali lebih banyak di dalam kasus mortalitas. Diantara banyak bentuk penyakit diare, diare pada anak-anak yang berusia di bawah lima tahun (khususnya yang rentan) yang paling parah menurut manifestasi klinisnya adalah kolera, infeksi rotavirus, dan disentri.  Pada tingkatan yang lebih umum terdapat dua indicator efek kesehatan yang dapat dengan mudah diajukan, pertama yang berhubungan dengan angka kematian akibat penyakit diare, dan yang satu lagi dengan angka morboditas. Penyakit diare secara alami sering terjadi berulang kali dalam interval yang tidak tentu sehubungan dengan jumlah wabah penyakit (sebuah wabah biasanya didefinisikan sebagai suatu kejadian dari satu atau lebih kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit yang sama, atau suatu peningkatan jumlah kasus yang diobservasi melebihi jumlah yang diperikarakan). Berikut ini, indicator efek kesehatan yang kemudian diajukan :

  1. Angka mortalitas diare pada anak-anak usia 0-4 tahun
  2. Angka morbiditas diare pada anak-anak usia 0-4 tahun.
  3. Angka kekambuhan wabah-wabah penyakit diare pada anak-anak usia 0-4 tahun.

Penyebab utama masalah penyakit diare adalah infeksi atau vrus. Jalur masuk itama infeksi tersebut melalui feses manusia atau bintang, makanan, air dan kontak dengan manusia. Kondisi lingkungan yang menjadi habitat atau pejamu untuk patogen tersebut atau peningkatan kemungkinan kontak dengan penyebab tersebut menjadi resiko utama penyaiit ini. Sanitasi dan kebersihan rumah tangga yang buruk, kurangnya minum air yang aman dan pajanan pada sampah yang padat (misalnya melalui pengambilan sampah atau akumulasi sampah dilingkungan) yang kemudian mengakibatkan penyakt diare. Semua hal ini kemudian sering diasosiasikan dengan fasilitas manajemen sampah dan air yang buruk, prosedur yang aman dalam system persediaan makan (misalnya selama manajemen diperternakan, penyimpanan, makanan dan penjualan makanan eceran) yang kurang memadai, dan pengendalian polusi lingkungan (misalnya dengan limbah pertanian) yang tidak memadai.

Kenali Gejala Awal Masalah Penyakit Diare Pada Anak anda

  • Buang Air besar terus menerus yang disertai dengan rasa mules yang berkepanjangan
  • Badan si kecil yang mulai lesu dan lemah menandakan adanya masalah penyakit diare
  • Kotoran yang encer akan keluar dengan frekuensi 4x atau lebih dalam sehari
  • Pegeal pada punggung dan perut sering berbunyi
  • Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
  • Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
  • Panas (suhu tubuh meningkat)
  • Si kecil mulai tidak nafsu makan
  • Darah dan lendir yang tercampur dalam kotoran si kecil
  • Gastroenteritis, yaitu peradangan pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi atau keracunan makanan

Epidemik masalah penyakit diare juga dapat terjadi sebagai akibat dari kejadin polusi atau bencana alam besar seperti banjir. Musim kamarau  tampaknya juga menyebabkan wabah penyakit diare karena bertambahnya kekuatan patogen di saluran air dan kebutuhan akan penyimpanan air rumah tangga (sering terdapat dalam kondisi yang sangat tidak memadai). Diluar hal-hal ini terdapat banyak penyebab yang lebih umum dari status kesehatan buruk pada anak-anak, yaitu kemiskinan, pengucilan dibidan social dan kebijakan serta pengendalian lingkungan yang buruk.

Tindakan untuk mengurangi resiko penyakit diare secara nyata harus ditujukan pada lingkungan dan permasalahan social mendasar yang menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan penyakit. Perbaikan dalam penyediaan air, sanitasi, manajemen sampah dan kebersihan  makanan harus didahulukan. Namun pada jangka waktu yang singkat terdapat pula kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Respons yang cepat dan efektif menjadi pentng karena penyakit diare yang membunuh secara cepat. Angka mortalitas karena diare dapat banyak berkurang jika terapi rehidrasi oral segera dilakukan.
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah penyakit diare pada anak:
– Mengganti cairan tubuh si kecil yang hilang dengan pemberian cairan oralit, yang diberikan kepada anak tergantung kebutuhan dari berat atau ringan nya dehidrasi yang dialami oleh anak.
– Secepatnya untuk memberi nutrisi setelah muntah si kecil berhenti. Berikan ASI atau pengenalan kembali secara lengkap makanan anak setelah 4 jam dehidrasi. Setelah 4 jam, anak memang dianggap sudah kembali ke BB semula.
– Anak tidak boleh dipuasakan. Si kecil yang sedang menderita masalah penyakit diare harus terus memberikan makanan sesuai umur anak dengan menu yang sama ketika ia sehat. Ini dilakukan untuk mengganti nutrisi yang hilang dari tubuh si kecil yang sedang menghadapi masalah penyakit diare pada anak. Sebaiknya makanan yang diberikan pada si kecil sedikit demi sedikit tapi sering.
– Berikan anak suplemen Zinc untuk meningkatkan kekebalan dinding usus besarnya.

Masalah penyakit diare pada anak sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk mengetahui kuman penyebab penyakit diare dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Apabila penyebab dari penyakit diare tersebut adalah virus dan dehidrasi yang dialami termasuk ringan atau sedang, si kecil dapat dirawat dirumah saja. Namun jika dehidrasi yang dialami berat maka harus dirawat dirumah sakit.

penyakit diare dapat diobati dengan menggunakan ramuan tradisional yaitu dengan menggunakan akar bunga teratai 50 gram, dan jahe 10 gram yang dicuci bersih lalu diparut dan diambil sarinya. Ramuan tersebut dapat dikonsumsi oleh anak 3 kali sehari.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Diare Anak

Penyakit diare anak lazim diijumpai, terutama pada bayi. Diare terjadi bila anak buang air besar lebih encer dan lebih sering dari biasanya. Tinja anak diare dapat mengandung lendir dan darah, tergantung pada penyebabnya. Gejala lain yang ditimbulkan dari diare pada anak adalah demam dan muntah. Kadang gejala muntah dan demam mendahului geala diarenya. Diare yang di derita si kecil dapat menyebabkan buah hati anda kekurangan cairan.

Penyebab penyakit diare anak sangat bermacam-macam, antara lain infeksi (bakteri atau virus) dan alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare harus segera ditangani. Bila tidak, diare dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal.

Lifebuoy-5g-Gejala-dan-Pengobatan-Diare-Pada-Anak-fix

Virus yang paling banyak menyebabkan penyakit diare anak adalah virus rotavirus. Diare juga dapat disebabkan oleh bakteri, seperti Shigella, Vibrio Cholera, Salmonella (nonthypoid), dan Escherichia Coli. Si kecil dapat mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diarenya hebat dan diikuti kejang, darah pada tinja, dan demam.

Aturan cemas memberi makan diare pada anak adalah memberi makan dalam porsi kecil, namun sering. Kondisi tinja mungkin memerlukan waktu untuk menjadi pulih karena usus bayi cenderung lambat untuk kembali normal. Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan pemberian ASI. Di kondisi ini, ibu perlu menghindari softdrink dan kopi yang dapat memperburuk keadaan si kecil. Makan dan minum diberikan serperti biasa untuk menghindari dehidrasi dan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Penyakit diare anak disebabkan dari:

– Sebagian besar dari diare pada anak yang sudah akut disebabkan karena infeksi. Banyak dampak yang dapat terjadi karena infeksi saluran cerna seperti adanya pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan gangguan keseimbangan asam basa.

– Bila si kecil terserserang penyakit diare pada anak bisa saja disebabkan karena adanya parasit, infeksi bakteri maupun virus, antibiotik, ataupun disebabkan karena makanan.

– Penyakit diare anak yang disebabkan karena infeksi virus. Virus yang paling banyak menimbulkan diare pada anak anda adalah virus rotavirus. Menurut WHO, rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25% diare yang terjadi pada anak usia 6-24 bulan.

– Infeksi Bakteri yang menyebabkan penyakit diare pada anak sangat jarang, biasanya disebakan karena Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada anak anda. Anak anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang-kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam tinggi.

– Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalani si kecil. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai penyakit diare anak anda. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.

– Infeksi akibat parasit meski sangat jarang juga dapat menyebabkan diare. Penyakit giardiasis misalnya. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare pada anak.

Penanganan Umun yang diberikan ketika diare pada anak menyerang adalah:

  • Makan dan Minum Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang penyakit diare anak.
  • Garam Oralit Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Cara yang tepat untuk pemberian oralit pada anak ini adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu anak untuk muntah dan buang air besar yang akan menghasilkan hal yang sia-sia.
  • Bila anak anda menderita diare pada anak segera periksakan anak ke dokter bila penyakit diare anak lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon.
  • Dan bila penyakit diare yang sedang diderita anak tidak mendapatkan penanganan yang kuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik. Beberapa cara penanganan yang baik untuk diare yang diderita anak anda dengan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit, pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap di beberapa penelitian.
  • Secara umum penanganan diare pada anak akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi atau kekurangan cairan serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa yang kemungkinan terjadinya intoleransi, mengobati kausa dari diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta.
  • Dehidrasi pada penyakit diare anak dengan mengganti defisit. Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oralit sesuai dengan defisit yang terjadi pada anak anda.

 

 

 

 

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diare Pada Anak dan Balita

Diare pada anak dan balita merupakan gangguan kesehatan dan pencernaan yang memang kerap melanda anak-anak dan balita. Setiap tahun, tedapat sekitar 1500 juta kejadian diare pada anak-anak dan balita dan sebagai akibat langsungnya lebih dari 3 juta anak meninggal. Secara tidak langsung, jutaan anak lain meninggal akibat efek gabungan yang ditimbulkan oleh diare dan malnutrisi.

Infeksi karena strain patogenik E.coli mungkin merupakan peryebab terumum penyakit diare di begar berkembang. Mikrooganisme ini menyebabkan sampai 25% kasus penyakit diare pada bayi dan anak-anak dan secara khusus dikaitkan dengan pemberian makanan tambahan.

Diare pada anak dan balita

Diare pada anak dan balita

Diare adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak. Diare sangat kejam tidak peduli ibu menagis ketika balitanya terkapar dan meninggal dunia akibat diare.

Hingga kini diare yang terjadi pada anak dan balita menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga, Depkes RI tahun 1996, 12% penyebab kematian adalah diare. Disebutkan akibat diare dari 1000 bayi, 70 bayi meninggal dunia sebelum merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Diare pada anak dan balita terjadi karena beberapa penyebab yang mempengaruhi pencernaan bayi. Penyebab diare tersebut antara lain:

  • Virus rotavirus sekitar 50-70%.
  • Bakteri E.Coli 25%
  • Shigela vibriocholera.
  • Salmonela
  • Protozoa crytosporidium sekitar 5%.

Penyakit diare pada anak-anak dan balita juga dapat terjadi karena makanan yang tercemar. Diare pada bayi daat pertama kali mulai dikenalkan MPASI seringkali muncul efek samping diare karena perut si kecil anda kaget dengan makanan dan minuman yang baru di kenal dilambungnya.

Diare pada anak dan balita biasanya menimbulkan gejala seperti:

–        Si kecil anda yang menunjukkan badan lesu dan lemah.

–        Si kecil mulai mengalami dehidrasi atau yang seding kita kenal dengan kekurangan cairan tubuh.

–        Diare yang diderita si kecil yang disebabkan oleh adanya virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah.

–        Menurunnya nafsu makan si kecil yang dapat mengakibatkan si kecil kurang tenaga dan lemas.

–        Kotoran yang encer akan keluar dengan frekuensi 4x atau bahkan bisa lebih dalan waktu sehari itu menunjukkan adanya penyakit diare yang menyerang anak-anak dan balita yang disertai dengan darah atau nanah dalam tinja, atau tinja berwarna hitam, putih atau merah.

Ketika anak anda mengalami diare anda tidak perlu terlalu panik. Anda harus melakukan hal-hal yang dapat menjadi cara untuk penanganan penyakit diare pada anak dan balita anda. Yang dapat anda lakukan untuk anak anda adalah:

  • Apabila anak anda masih balita lanjutkan untuk terus memberinya ASI, susu formula, dan makanan padat pada si kecil untuk menjaga daya tahan agar tidak lemah.
  • Berikan oralit kepada anak anda yang sedang menderita penyakit diare pada anak dan balita. Yang harus ibu ketahui pemberian oralit pada anak tidak boleh langsung diberikan satu gelas sekaligus karena dapat menyebabkan anak anda muntah dan buang air besar terus menerus. Cara yang tepat untuk pemberian oralit pada anak anda adalah siapkan satu gelas air yang sudah dicampur dengan oralit dan minumkan pada anak 2 hingga 3 teguk yang kemudian berhenti selama 3 menit. Lakukan hal yang sama hingga oralit yang sudah disiapkan habis.
  • Apabila anak anda sudah mulai makan, berikan makanan seperti porsi biasa ketika si kecil sehat dan hindari makanan yang mengandung banyak serat seperti buah dan sayur. Jangan memberikan obat antidiare kepada anak anda karena akan menghambat kuman yang akan keluar.
  • Kenali dan waspadai tanda-tanda dehidrasi yang terjadi karena diare pada anak dan balita anda seperti mata cekung, haus, mulut kering, demam, da kencing berkurang.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk penderita diare pada anak dan balita adalah dengan menggunakan sebuah vaksin rotavirus yang memiliki potensi mampu untuk mengurangi jumlah penderita diare. Dapat juga dengan menggunakan vaksin lainnya seperti vaksin shigella, ETEC, dan cholera yang sedang dikembangkan yang memiliki fungsi sama dengan rotavirus yaitu untuk menegah penularan penyakit diare pada anak dan balita.

Pencegahan dapat dilakukan pula dengan cara mencuci tangan anda dengan menggunakan sabun sebelum makan karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering berkontak langsung dnegan benda-benda yang ada disekitar kita. Dan tidak lupa anda juga harus mengajarkan kepada anak anda untuk mencuci tangan setelah buang air besar untuk mencegah penyakit diare pada anak dan balita. Usahakan untuk meminum air yang sudah direbus terlebih dahulu hingga mendidih agar bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh anda dan keluarga anda terutama anak anda yang masih sangat rentan terserang penyakit diare yang terjadi pada anak dan balita.

Berikut ini adalah beberapa jenis diare pada anak dan balita yang sangat memeelukan pengawasan medis seperti:

  1. diare yang diderita oleh anak dan balita yang bercampur dengan darah,
  2. diare yang diderita pada balita,
  3. diare menengah atau berat pada anak-anak,
  4. diare yang terjadi pada anak dan balita yang terus terjadi lebih dari 2 minggu,
  5. diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan, dan yang lainnya.
Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Diare

Pencegahan memang lebih baik daripada pengobatan diare , namun jika si penderita sudah terlanjur menderita diare tindakan pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan rehidrasi, karena penyakit ini menghilangkan cairan tubuh, maka tindakan cepat yang harus dilakukan adalah memberikan obat untuk mencegah atau mengatasi keadaan dehidrasi dan kehilangan garam.

Karena itu pada bayi dan anak-anak sampai usia sekitar 3 tahun dan lansia diatas 65 tahun . Untuk tujuan ini WHO telah menganjurkan tindakan ORS (Oral Rehdration Solution). Vitamin a atau garam oralit ORS merupakan suatu larutan dari campuran NaCI 3,5 g, KCI 1,5 g, Natrisat 2,5 g da glukosa 20 g dala 1 liter air matang.

Efek pemberian ORs sebagai cara pengobatan diare ini adalah betmabhanya penyerapan kembali air dari elektrolit. Air dan ORS akan diserap dengan cepat agar osmolarias cairan usus bercapur dengan darah. Jenis cairan yang perlu diberikan menurut leaflet karena RSI Santosa Bandung, adalah garam rehidrasi oral, ASI, air tajin (cairan yang ada waktu membuat bubur), sup, air tajin, dan air buah buahan. Disamping itu apa bula diberikan cairan teh cair, air kelapa muda. Bila jenis cairan diatas tidak dapat diperoleh bisa dibuat oralit khusus yaitu 1 sendok makan garam di campur 1 sendok teh gula.Cairan tersebut selalu diberikan kepada anak-anak setiap kali sehabis buang air besar.

Sedangkan jumlah yang perlu diberikan adalah sekitar 1/4 atau 1/2 mangkuk besar bagi anak-anak yang baru berusia 2 tahun ke bawah dan diberikan sedikit demi sedikit. Pemberian untuk anak diatas 2 tahun antara setengah dan satu mangkuk untuk pengobatan diare. Jika penderita muntah tunggal selama 10 menit kemudian baru diberikan lagi minuman tersebut secara perlahan lahan cairan ini terus diberikan sampai diare terhenti.

Gejala yang ditunjukkan dari penyakit diare ini antara lain seperti:

– Buang air besar terus menerus dengan rasa mulas yang berkepanjangan.
– Pegal yang rirasa pada punggung dan perut sering bunyi.
– Badan yang lesu dan lemah
– Darah dan lendir yang bercampur dengan kotoran
– Suhu badan yang mulai meningkat atau panas
– sering mual dan muntah bila penyebab dari diare adalah virus
– mengalami kekurangan cairan karena panas yang dirasakan.
– tinja yang encer dengan frekuensi 4 kali dalan jang waktu satu hari.

Diare infektif yang tidak biasa untuk diare akan dapat bertahan lama. Diare ini disebabkan karena adanya beberapa organisme penyebabnya tersebut yang dapat bertahan lama selama bertahun-tahun tanpa gejala penyakit jangka panjang yang jelas.

Garam rehidrasi oral (ORS) bisa pula disebut dengan Oralit. Merupakan suatu minuman yangb khas untuk diare, biasanya dibuatkan oleh dokter atau perawat dan bidan dalam pengobatan pertama penderita diare agar tidak kekurangan cairan pada penderita. Ia bisa diperoleh di apotik, toko obat, atau di Puskesmas yang ada untuk pengobatan diare.

Oralit ini harus dilarutkan dengan menambahkan air yang hangat kuku. Jumlah air harus sesuai dengan petunjuk yang ada dibungkus oralit tesebut agar tidak berlebih atau berkurang. Yang perlu diperhatikan oralit tidak boleh disimpan melebihi 24 jam.
Bayi yang mendapat ASI dan menderita diare, aturan itu tetap diberikan. Bila penderita tidak biasa menghisap ASI maka ASI dapat diperas dan dimasukkan ke dalam botol atau diberikan dengan menggunakan sendok.

Larutan oralit ini dapa pula dibuat dari bahan tepung beras. Dalam kondisi darurat larutan oralit dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada disetiap rumah tangga. Tepung beras 50 gram, di campur dengan 1 liter air selama 7-10 menit, kemudian disaring. Larutan garam dapur dimasukkan 3,5 gram (lebih kurang 1/2 sendok teh rata) dan ditambahkan air matang lagi sampai bervolume jadi 1 liter tepat. KCI dan sistrat dalam hal ini jauh kurang penting daripada garam dan pati yang esensial bagi penyerapan air.

Kemungkinan lain dilaporkan sama efektifnya padalautan garam dapur 3,5 gram dengan gula putih 30 gram(=kl 1 sendok makan) dalam satu liter air matang.
Namun secara medis , obat yang sering digunakan pada diare adalah: 1) “kemoterapeutika”, untuk memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, dan sebagainya, 2) “obstipansia”, untuk terapi simtomais yang dapat menghentikan diare, 3) “spasmolitika”, zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare, antara lain seperti-papaverin.

Pengobatan diare jiga dapat dilakukan dengan cara yang tradisional. Seperti halnya dengan tumbuhan teratai yang mampu mengobati diare dari akar hingga bunganya.

1. Pengobatan diare pertama

Bahan-bahan

50 gram akar teratai
10 gram jahe

Cara pembuatan ramuan untuk pengobatan:

Cuci bersih semua bahan yang sudah disediakan. Kemudian parut semua bahan dn ambil sarinya.Minum ramuan tersebut tiga kali sehari setiap pagi, siang dan sore hingga diare sembuh.

2. Pengobatan diare kedua

bahan-bahan

50 gram bunga teratai
10 gram jahe
100 cc air bersih
1 sendok makan madu

Cara pembuatan ramuan untuk pengobatan:

Cuci bersih bunga teratai dan jahe, setelah dicuci parut atau juice semua bahan. Rebus menggunakan air bersih sebanyak 100 cc hingga mendidih. Setelah ramuan dingin tambahkan 1 sendok makan madu dan minum sekaligus. Konsumsi ramuan untuk pengobatan diare ini hingga penyakit diare anda sembuh.

Untuk anda yang belum mengetahui tentang penyakit ini dapat anda pelajari sekarang juga. Selamat memahami dan terima kasih.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Diare

Pada umumnya pencegahan diare memiliki banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu para penderita diare pada anak, misalnya orang tua harus bertindak cepat agar cairan yang masuk harus seimbang dengan cairan yang keluar diusahakan cairan yang masuk lebih banyak dari cairan yang keluar. Bila penderita mengalami dehidrasi ringan maka cukup dengan memberikan norit atau larutan garam dan gula. Namun bila penderita mengalami dehidrasi berat diperlukan terapi cairan.

Bila virus/ bakteri masuk ke dalam tubuh, bakteri itu akan mengeluarkan racun dan tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan racun tersebut dengan cara muntah. Namun sebagian besar akan turun ke pencernaan bagian bawah dan berkembang biak namun proses tesebut memerlukan waktu 8 jam, kemudian penderita barulah mencret. Dengan demikian sebenarnya mencret itu akan turut membantu mengeluarkan kuman sehingga tidak perlu diberi obat untuk menggantikannya.
Bila virus/ bakteri tersebut tidak bisa keluar, maka perut penderita akan menjadi kembung, sebab kuman akan mengeluarkan gas. Begitu kuman/cirus sudah keluar semua, maka mencret tad juga akan turut berhenti.
Oleh karena itu pencegahan diare umumnya harus ditujukan pada tindakan higiene dan pencernaan mengenai kebersihan, khususnya cuci tangan dengan bersih sebelum makan, atau memakan makanan yang bersih. Demikian pula dengan alat-alat dapur dan bahan-bahan makanan yang harus steril dari kuman-kuman dengan mencucinya dengan baik dan sempurna.
Namun demikian, pencegahan diare dengan memberikan obat antibiotika pada dasarnya tidak di anjurkan, karena resiko terjadi resistensi. Yang penting tindakan pencegahan diare perlu dilakukan. Bagi ibu-ibu yang mempunyai bayi, sebaiknya memberikan ASI (Air Susu Ibu) selama 6 bulan agar kekebalan tubuh cukup tertanam. Hendaknya bayi berusia 4-8 bulan diberikan makanan tambahan yang bersih dan bergizi tinggi namun ASI tetap diberikan. Demikian pula bila ASI, sebaiknya diberikan dengan botol yang utama kebersihannya.

Tindakan pencegahan penting lainnya, air minum perlu dimasak dan didinginkan dulu sebelum diminum. Berikan imunisasi untuk mencegah tumbuhnya campak, karena campak bisa menumbulkan diare pada anak yang semakin hebat.
Disamping itu selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum menyediakan makanan, atau sebelum makan dan setelah buang air besar.
Tindakan pencegahan diare yang umumnya harus dilakukan seperti menutup makanan dan minuman dengan tudung saji untuk mencegah hinggapnya lalat dan debu. Makanan sebaiknya dimasak dan segera setelah dimasak jangan dibiarkan terlalu lama hingga mudah tercemar.
Juga tindakan berjaga-jaga yang perlu dilakukan, adalah menjaga kebersihan rumah dan halaman untuk menghindari berterbangannya lalat-lalat yang membawa penyakit. Serta yang harus dilakukan sejak awal adalah membuang sampah pada tempatnya.
Dari semua tindakan pencegahan diare bahwa setiap orang harus bertindak cermat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Diare pada anak akan menyebarkan kuman-kumannya ke makanan karena itu makanan harus diberikan selama anak sakit haruslah yang bergizi.Jika ada penderita diare yang memakan makanan kurang gizi , tentu orang tuanyalah yang disalahkan.
Anak yang sudah menderita diare sebaiknya diberikan nasi lembek. Pada awal diare dan selanjutnya dapat diberikan daging cincang, apabila diare pada anak berhenti, buah-buahan seperti pisang bisa diberikan kepada penderita. Demikian pula dapat diberikan makanan yang baru dimasak 5 atau 6 kali sehari.
Berikan juga macam buah-buahan sekurang-kurangnya 1 minggu untuk mendapatkan kembali nutrisi yang hilang selama diare. Yang paling penting diperhatikan adalah pemberian ASI untuk penyembuhan sehingga kesehatan mereka cepat pulih kembali.

Untuk pencegahan diare yang dapat dilakukan ketika si kecil sudah terserang diare pada anak ada baiknya anda memilihkan makanan yang tepat untuk si buah hati anda. Berikut beberapa tips yang dapat anda gunakan untuk memilih makanan untuk anak anda.

1. Anda dapat membuat cacatan dengan memonitoring makanan yang dikonsumsi anak anda sehingga anda dapat mengetahui makanan serta minuman apa yang cocok dan yang tidak cocok untuk anak anda. Untuk makanan dan minuman yang tidak cocok yang menyebabkan anak anda muntah dapat segera dihentikan pemberiannya.

2. Jangan memberikan makanan mengandung banyak lemak kepada anak anda seperti santan, coklat, dan es cream karena akan mengakiatkan pencernaan si kecil semakin buruk.

3. Jangan berikan makanan yang mengandung serat yang tinggi kepada penderita penyakit diare pada anak seperti buah yang berserat tinggi, mangga dan kubis yang akan merangsang gas pada perut sikecil.

4. Berikan jus dari buah buahan yang bersifat netral, seperti buah yang tidak terlalu asam salah satunya adalah seperti buah melon untuk menghindari dehidrasi cairan dalam tubuh si kecil yang akan hilang dan dapat pula sebagai pencegahan diare.

5. Pilih makanan yang mengandung pectin, makanan yang mengandung pectin akan membantu anda dalam penyerapan air pada tubuh si kecil. Berikut beberapa contoh makanan yang mengandung pectin seperti apel, pisang, kental, apricot, dan wortel.

6. Pilihlah makanan yang dapat dengan mudah dicerna, ditelan, dan juga diserap oleh sistem pencernaan penderita penyakit diare pada anak. Untuk solusinya anda dapat memilih bubur atau nasi tim.

7. Jangan menambahkan bumbu seperti merica, asam, atau rempah-rempah yang berbau menyengat pada olahan makanan yang akan anda berikan kepada buah hati anda karena akan dapat memperparah kondisi kesehatan si kecil.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare

Pada penderita gejala diare, mereka mengeluarkan racun, namun nutrisi tidak masuk tubuh ke dalam tubuh penderita padahal ia memerlukan banyak kalori. Untuk memenuhi kalori pada penderita diare pada anak, kompensasi mereka akan memecahkan kembali sycogen yang tersimpan didalam otot menjadi glukosa. Dengan tersedianya glykosis maka timbul rasa mual sampai akhirnya muntah. Selama belum ada yang masuk proses glykosis ini akan berlangsung terus sehingga mual dan muntah semakin sering terjadi.

 

Proses ini kelak baru terhenti bila dalam proses pengobatan masuknya cairan infuse yang mengandung gula masuk ke lambung pederita.
Gejala-gejala yang bisa timbul dalam penyakit diare pada anak ini adalah perut terasa sakit dan terasa mulas. Peningkatan frekuensi volume cairan dalam kotoran semakin tinggi. Kotoran itu ada yang berupa darah atau lendir saja. Disekitar anus terasa panas dan seolah-olah ingin buang air saja. Rasa demam juga menggejala dan perut terasa kembung. Perut terasa mual dan ingin muntah saat terjadi kejang-kejang pada si penderita. Dengan demikian berat badan akan melorot dengan tajam.
Bila penderta terus menerus kehilangan cairan karena bocor trsebut, dan terlambat mendapat pertolongan maka akan muncul gejala-gejala baru seperti anak-anak semakin kehilangan cairan tubuh yang banyak. Akibatnya mata akan cekung lalu harus, dan tidak ada lagi air mata bila si penderita menangis. Masih sering buang air kecil, tapi juga sedikit, warna kencing pekat.
Juga badan yang tinggi, si penderita tidak mau makan seperti biasa, kadang-kadang dia sering muntah. Dalam kondisi ini buang air besarnya sering pula mengandung darah, buang air itu beberapa kali dalam waktu 2 jam. Diare kronis akan berlangsung selama 2 minggu.
Dengan demikian, diare amat berbahaya bila tidak diberikan perawatan dengan baik yang dapat menyebabkan kematian. Kematian bagi penderita diare pada anak ini disebabkan oleh dehidrasi atau kehilangan cairan dan mineral yang terlalu banyak padan penderita. Karena itu bila diare menyerang penderita maka perlu diberikan air minum yang lebih banyak untuk menggantikan cairan yang hilang.

Kondisi kesehatan bayi anda memang sangat diperhitungkan, perubahan kondisi dari keadaan biasanya sering kali membuat anda cemas. Anda selalu sangat selektif dalam memilih makanan yang baik untuk anak anda yang sedang mengalami gejala diare seperti dengan memilih makanan yang dengan mudah dapat dicerna, ditelan, dan diserap  oleh sistem pencernaan anak anda seperti bubur atau tim. Memberikan makanan yang memiliki kandungan pactin yang tinggi seperti apel, pisang, kentang, wortel, dll. Memberikan anak anda jus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat gejala diare yang diderita oleh anak anda. Memberikan makanan yang mengandung lactobasilus seperti yoghurt. Dan dapat juga memberika air kepala hijau pada anak anda untuk mengganti cairan tubuh yang sudah hilang.

Anda juga harus mengetahui makanan apa saja yang tidak diizinkan untuk anak anda ketika sedang mengalami gejala diare seperti mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang lambung, misalnya makanan yang anda tambahkan bumbu merica, pedas, asam. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat yang tinggi, seperti sayuran, dan jenis buah-buahn tinggi serat, seperti mangga, karena “memaksa” sistem pencernaan yang sedang terganggu. Juga, sayuran yang merangsang produksi gas dalam tubuh si kecil, seperti kubis. Makanan yang mengandung lemak yang tinggi, seperti contoh kecilnya adalah coklat, es krim, serta makanan bersantan, seperti kolak.

Beberapa penyebab anak mengalami gejala diare seperti adanya infeksi oleh bakteri, virus (sebagian besar diare pada anak dan bayi disebabkan oleh infeksi rotavirus) atau parasit. Adanya alergi terhadap makanan atau obat tertentu terutama antibiotik yang sedang dikonsumsi anak saat menjalani pengobatan. Infeksi yang disebabkan karena bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll. Mengkonsumsi terlalu banyak pemanis buatan. Dan pada bayi saat baru pertama kalinya dikenalkan dengan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) seringkali memiliki efek samping munculnya gejala diare karena perut anak yang kaget dengan makanan dan minuman yang baru dikenal di dalam lambungnya.

Yang harus anda lakukan kepada anak anda ketika anak anda menderita gejala diare adalah dengan mengganti cairan dalam tubuh anak anda yang hilang dengan pemberian cairan oralit, yang kebutuhannya tergantung dari berat dan ringannya dehidrasi yang dialami pada anak anda. Memberikan kepada anak anda suplemen Zinc untuk meningkatkan kekebalan dinding usus besar si kecil. Ketika anak anda sedang mengalami gejala diare anak tidak boleh dipuasakan. Itu justru akan membuat anak anda semakin lemas. Terus lakukan pemberian makanan sesuai umur anak anda dengan menu dan porsi yang sama ketika ia sehat sedang sehat. Hal ini dilakukan demi anak anda untuk mengganti nutrisi yang sudah hilang akibat diare pada anak anda. Sebaiknya makanan diberikan kepada anak anda sedikit demi sedikit namun tapi sering. Ada baiknya anda dengan cepat memberi nutrisi setelah muntah anak anda berhenti. Dan berikan ASI atau pengenalan kembali secara lengkap makanan anak setelah 4 jam rehidrasi. Setelah 4 jam, anak anda memang dianggap sudah kembali ke BB semula sebelum ia muntah.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , | Leave a comment

Diare

Diare merupakan salah satu penyakit yang berulang-ulang buang air besar yang sifatnya encer (cair). Ia sering pula disebut sebagai mencret atau dalam bahasa minang “mamboco”. Istilah diare berasal dari bahasa Yunani “diarrea” = mengalir melalui. Penyakit diare adalah sebuah penyakit dimana tinja atau fases berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Di sebagian negara penyakit ini adalah salah satu penyakit penyebab kematian yang paling umum kematian penderita diare pada anak dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang dalam setiap tahunnya.

Bila seseorang dihinggapi dan mendrita penyakit ini ia akan sering kali ke belakang (toilet) untuk membuang hajat yang sifatnya air dan tidak bisa ditahan-tahan. Penyakit diare seperti in banyak ditemukan di negara-negara yang kondisi hidup mereka masih miskin, sehingga mereka terpaksa makan apa saja, dan tidak teratur dan jenisnya juga tidak memenuhi syarat.

Namun bagi negara yang standar hidupnya sudah membaik dan sudah bisa menyediakan makanan yang cukup bergizi penyakit diare ini juga lenyap begitu saja. Salah satu cara yang perlu dicatat bahwa penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak di bawah umur 5 tahun. Mereka lebih sering buang air besar yang cair ini yang biasanya lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam dengan kondisi cair.
Meskipun sering terjadi pada anak-anak, namun orang tuanya diliputi rasa cemas yang kepalang karena seringnya diare datang secara tiba-tiba.
Oleh sebab itu, orang tua harus memahami sedikit banyak apa penyebab dan upaya pencegahannya agar penyakit itu tidak datang menyerng sehingga orang yang mendekati si penderita jangan sampai hilang akal.

Menurut teori konvensional penyakit diare disebabkan oleh masuknya (invansi) kuman-kuman ke dalam usus yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Tapi penyebab utama dikarenakan virus (lebih dari 50 persen).
Dalam kondisi ini gerakan perlintasan usus meningkat tajam sehingga perlintasannya sangat di percepat dan masih mengandung bahan cair pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja.
Penyebab utama

Penyebab penyakit diare pada anak anda adalah bertumpuknya cairan didalam usus akibat terganggunya penyerapan air. Lebih dari 70 persen kasus diare yang disebabkan oleh virus, biasanya disertai dengan infeksi saluran pelepasan, karena itu anak-anak yang sedang dijangkiti diare diikuti oleh bakteri dan tenggorokannya merah serta telinga. Kondisi ini merupaka gejala dari luka, penyakit, alergi, kelebihan vitamin C, dan mengkonsumsi buah buahan tertentu. Penyebab diare pada anak biasanya juga disertai dengan sakit perut dan seringkali merasakan mual hingga muntah. Memakan makanan yang pedas, asam, atau yang bersantan sekaligus secara berlebihan juga dapat menyebabkan diare pada orang dewasa karena dapat membuat usus menjadi kaget.

Gejala

Gejala yang biasa ditemukan pada penderita penyakit diare ini adalah buang ar besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual, dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang mungkin muncul adalah demam tinggi yang hampir 40 derajat celcius, darah atau nanah yang bercampur dalam tinja, atau tinja yang berwarna hitam, putih, dan merah, rasa pegal pada punggung dan perut yang sering bunyi.

Penanggulangan penyakit diare

Jaga selalu hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Hal ini merupakan cara yang paling sesuai dnegan kebanyakan kasus diare di beberapa daerah bahkan disentri. Dengan mengkonsumsi air yang banyak yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan tidak seimbangnya elektrolit yang berbahaya dan dalam beberapa kasus yang langkat hal tersebut dapat berakibat fatal.

Mencoba makan lebih sering tetapi dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan porsi yang biasa anda berikan kepada anak anda dengan frekuansi yang teratur dan jangan makan atau minum terlalu cepat. Cairan intravenous dapat diberikan kadangkala terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous mungkin dibutuhkan untuk menangani dehidrasi.

Terapi rehidrasi oral yang dimaksud dengan serapi ini adalah dengan meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh. Serta menjaga kebersihan tubuh anak anda dan isolasi yang merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit diare pada anak.

Pencegahan Diare

Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare pada anak anak terutama. Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin lainnya yang dapat digunakan untuk menghadapi rotavirus ini seperti Shigella, ETEC, dan Cholera yang sedang diusahakan untuk dikembangkan. Vaksin Shigella, ETEC, dan Cholera juga dapat digunakan untuk mencegah penularan penyakit diare pada anak anda maupun pada orang dewasa.

Pencegahan diare juga dapat dilakukan dengan cara mencuci tangan dengan menggunakan sabun pencuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan. Karena tangan adalah salah satu bagian dari tubuh kita yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda-benda disekitar kita, itu alasannya kenapa kita haris rajin mencuci tangan dengan sabun. Lakukan hal yang sama setelah selesai buang air besar. Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh. Segera bersihkan tempat tinggal dari sisa sampah jika terjadi bencana alam.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Diare Pada Anak

Gejala diare pada anak harus ibu ketahui sejak dini. Diare merupakan “plesetan” dari bahasa kedokteran “diarrhoea”. Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Definisi diarrhoea adalah buang air encer lebih dari 4 kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak.

Di dalam tubuh terdapat berbagai jenis kuman yang jika tubuh dalam keadaan sehat bersifat kongensal (diam). Namun, ketika tubuh sakit atau lemah kondisinya, kuman akan menjadi patogen, menimbulkan berbagai gangguan. Dalam keadaan biasa, makanan dari usus halus yang masuk ke dalam usus besar tidak menimbulkan masalah karena ada kelep yang menghalanginya kembalinya kuman dari usus besar ke dalam usus halus. Namun, jika kelepnya rusak, berbagai kuman patogen akan masuk seperti E. coli atau jenis vibrio sebagai penyakit muntaber, mencret yang disertai gejala muntah-muntah.

Gejala Diare Pada Anak

Gejala Diare Pada Anak

Gejala Diare Pada Anak

– Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah, suhu badannya meninggi

– Tinja bayi encer, berlendir dan berdarah

– Warna tinnja kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu

– Anusnya lecet

– Gangguan gizi akibat intake (asupan) makanan yang kurang

– Muntah sebelum atau sesudah diare

– Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah).

– Dehidrasi (kekurangan cairan)

Jenis-Jenis Diare

1. Diare Akut

Diare akut adalah diare yang terjadi sewaktu-waktu tetapi gejalanya tidak berat. Penyebabnya sebagai berikut :

a. Gangguan jasad renik atau bakteri yang masuk ke dalam usus halus setelah melewati berbagai rintangan asam lambung

b. Jasad renik yang berkembang pesat di dalam usus halus

c. Racun yang dikeluarkan oleh bakteri

d. Kelebihan cairan usus akibat racun

2. Diare Kronis

Pada diare kronis atau diare menahun, kejadiannya lebih kompleks. Berikut beberapa faktor yang menimbulkannya, terutama jika sering berulang pada anak

a. Gangguan bakteri , jamur, dan parasit
b. Malabsorpsi kalori
c. Malabsorpsi lemak

Penyebab timbulnya gejala diare pada anak antara lain adalah:

-        Intoleransi makanan

Berbeda dengan alergi makanan, intoleransi makanan ini tidak dipengaruhi oleh sistem imun tubuh anak anda. Pada anak yang memiliki intoleransi laktosa, artinya anak tidak tidak cukup memproduksi laktase. Laktase adalah suatu enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa yaitu gula yang terdapat dalam susu sapi atau produk susu lainnya. Seperti gejala diare pada anak, perut kembung, dan banyak gas bisa terjadi bila laktosa dalam tubuh tidak terurai. Gejala tersebut muncul ketika 2 jam setelah mengkonsumsi produk susu.

-        Makan dan minuman.

Terlalu banyak maman dan minum jus terutama jus dari buah yang mengandug sorbitol dan mengandung fruktosa yang tinggi serta terlalu banyak mengkonsumsi minuman manis dapat membuat perut bayi “kaget” dan menyebabkan munculnya gejala diare pada anak anda.

-        Alergi Makanan

Alergi makanan adalah merupakan reaksi dari sistem imun tubuh anak terhadap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Alergi makanan pada bayi biasa terjadi pada bayi yang baru mulai belajar mengenal makanan pendamping ASI. Protein susu merupakan alergen atau penyebab alergi yang paling umum dijumpai pada bayi anda. Selain protein susu, alergen yang umum dijumpai adalah telur, kedelai, gandum, kacang, ikan, dan kerang-kerangan. Segera datang ke dokter dan lakukan konsultasikan pada dokter anda jika anda mencurigai anak anda memiliki alergi terhadap makanan. Alergi makanan dapat menyebabkan berbagai reaksi yang salah satunya adalah mulai muncul gejala diare pada anak anda dalam waktu singkat maupun setelah beberapa jam.

-        Antibiotik

Jika anak atau bayi anda mengalami gejala diare pada anak selama pemakaian atau mengkonsumsi antibiotik, mungkin hal ini ada hubungan dengan pengobatan yang sedang dijalani anak anda. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama menjalani pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai gejala diare yang muncul pada anak anda. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.

-        Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri sangat jarang ditemukan biasanya disebakan karena adanya Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada buah hati anda. Anak anda kemungkinan mengalami gejala diare pada anak akibat infeksi bakteri. Jika diare yang dialami anak anda sangat hebat, diikuti dengan kejang-kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam yang tinggi.

Perawatan dari gejala diare pada anak seperti mengkonsumsi air yang mencukupi untuk meggantikan cairan tubuh yang hilang. Ada baiknya air yang anda berikan kepada anak anda dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang akan dibutuhkan tubuh anak anda dan sejumlah nutrisi.

Oralit dan tablet zinc adalah beberapa macam obat yang menjadi pilihan utama dan telah diperkirakan sudah menyelamatkan 50 juta anak dalam 25 tahun terakhir ini. Apabila tidak tersedia oralit bubu anda dapat membuat oralit sendiri dengan menggunakan 200 ml atau setara dengan segelas air matang yang dicampurkan dengan 2 sendok teh gula pasir dan 1/2 sendok teh garam halus.

Aduk semua campuran bahan hingga merata dan minumkan pada penderita gejala diare pada anak anda dengan ketentuan:

Usia Pemberian Setelah 3 Jam Diketahui Diare Pemberian Setelah BAB
Kurang dari 1 tahun 1 1/2 gelas 1/2 gelas
1 – 4 tahun 3 gelas 1 gelas
5 – 12 tahun 6 gelas 1 1/2 gelas
Dewasa 12 gelas 5 gelas

 

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Diare

Macam-macam diare pada anak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Untuk mengetahui apa saja jenisnya kita harus lebih dahulu mengetahui sebab dari penyakit diare ini. Penyakit diare dapat digambarkan sebagai suatu kondisi dimana seseorang selalu buang air besar yang longgar yang terjadi karena beberapa kelainan yang ada di dalam usus orang tersebut. Banyak orang yang menganggap diade adalah sebuah penyakit akan tetapi sebenarnya diare adalah sebuah gejala yang menunjukkan bahwa ada masalah kesehatan mendasar yang terjadi di dalam tubuh anda.

Macam-macam diare disebabkan dari adanya bakteri, parasit, atau virus yang menyerang usus anda sehingga menjadikan adanya infeksi yang menyebabkan penderita mengalami buang air besar berupa cairan minimal 3 kali selama 24 jam bahkan terjadi setiap 10 menit. Biasanya mecam-macam diare ini terjadi selama 3 hingga 6 hari dan akan sembuh dengan sendirinya. Selain karena virus diare juga dapat disebabkan dari konsumsi makanan yang tidak sehat dan pemanis buatan dalam jumlah yang banyak.

Macam-macam diare

Macam-macam diare

Berdasarkan penyebabnya diare dapat dibedakan beberapa macam-macam diare pada anak dan gastroenteritis adalah sebagai berikut :

  1. Diare Akibat Virus

Misalnya ‘influenza perut’ dan ‘travellers diarrhoea’ yang disebabkan antara lain oleh rotavirus dan adenovirus. Virus ini dapat menjadi penyebab munculnya macam-macam diare pada anak dan keluarga anda. Virus melekat pada sel-sel mukosa usus yang menjadi rusak sehingga kapasitas resorpsi menurun dan sekresi air dan elektrolit memegang peranan. Diare yang terjadi bertahan terus sampai beberapa hari sesudah virus lenyap dengan sendirinya, biasanya dalam 3-6 hari. 90% dari semua diare wisatawan disebabkan oleh virus atau kuman E. coli spec (tidak ganas)

  1. Diare Bakterial Invasif

Bersifat menyerbu dan sering terjadi, tetapi mulai berkurang berhubung semakin meningkatnya derajat higiene masyarakat. Kuman pada keadaan tertentu menjadi invasif dan menyerbu ke dalam mukosa, dimana terjadi perbanyakan diri sambil membentuk toksin. Enterotoksin ini dapat diresorpsi ke dalam darah dan menimbulkan gejala hebat, seperti demam tinggi, nyeri kepala dan kejang-kejang. Selain itu mukosa usus yang telah dirusak mengakibatkan diare berdarah dan berlendir. Penyebab terkenal dari pembentuk enterotoksin adalah bakteri E. coli spec, Shigella, Salmonella dan Campylobacter. Diare ini bersifat “self-limiting”, artinya akan sembuh dengan sendirinya dalam 5 hari pengobatan, setelah sel-sel yang rusak diganti dengan sel-sel mukosa baru.

  1. Diare Parasiter

Terjadi akibat protozoa seperti Entamoeba histolytica dan Giardia lamblia dan amoebiasis, yang terutama terjadi di daerah (sub)tropis. Yang pertama membentuk enterotoksin pula. Diare akibat parasit ini biasanya bercirikan mencret cairan yang intermiten dan bertahan lebih lama dari 1 minggu. Gejala lainnya dapat berupa nyeri perut, demam, anoreksia, nausea, muntah-muntah dan rasa letih umum (malaise).

  1. Diare Akibat Penyakit

Misalnya colitis ulcerosa, p. Crohn, Irritable Bowel Syndrome (IBS), kanker colon dan infeksi-HIV. Juga akibat gangguan-gangguan seperti alergi terhadap makanan atau minuman, protein susu sapi dan gluten (coeliakie) serta intoleransi untuk laktosa karena defisiensi enzim laktase. Beberaa masalah dalam kesehatan lainnya seperti penyakit yang mendasari kandung empedu, penyakit hati, diabetes, gizi yang buruk yang merupakan penyebab macam-macam diare pada anak dan keluarga anda.

  1. Diare Akibat Obat

Yaitu digoksin, kinidin, garam-Mg dan litium, sorbitol, betablockers, perintang-ACE, reserpin, sitostatika dan antibiotika berspektrum luas (ampisilin, amoksisilin, sefalosporin, klindamisin, tetrasiklin). Semua obat ini dapat menimbulkan diare “baik” tanpa kejang perut dan perdarahan. Adakalanya juga akibat penyalahgunaan laksansia dan penyinaran dengan sinar X (radioterapi). Hal tersebut dapat terjadi katena obat-obatan  itu dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat yang ada dalam tubuh kita dengan menghancurkan bakteri membantu bersama dengan orang-orang yang berbahaya.

  1. Diare Akibat Keracunan Makanan

Diare pada anak akibat keracunan makanan sering terjadi, misalnya pada waktu perhelatan anak-anak sekolah atau karyawan perusahaan dan biasanya disertai pula dengan muntah-muntah. Keracunan makanan didefinisikan sebagai penyakit yang bersifat infeksi atau toksis dan diperkirakan atau disebabkan oleh mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar. Penyebab utamanya adalah tidak memadainya kebersihan pada waktu pengolahan, penyimpanan dan distribusi dari makanan atau minuman dengan akibat pencemaran meluas. Kuman-kuman Gram-negatif yang lazimnya menyebabkan keracunan makanan dengan toksinnya adalah seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini :

 

Berdasarkan beberapa gejala yang sudah kita bahas diatas dapat disimpulkan macam-macam diare pada anak dan keluarga anda.

Berikut macam-macam diare dan tandanya:

  1. Diare Berair Akut.

Tanda-tanda yang dialami oleh seseorang yang menderita diate berair akut ini adalah seperti buang air besar berair yang terus menerus selama beberapa jam bahkan hingga beberapa hari.

  1. Diare Berdarah Akut.

Tanda- tanda diare berdarah akut adalah bercampurnya darah beserta kotoran yang dikeluarkan pada saat buang air besar. Diare ini selain dapat menyebabkan dehidrasi juga dapat menyebabkan penderita mengalami kerusakan pada usus dan kekurangan gizi.

  1. Diare persisten.

Tanda-tanda diare persisten bisa kita lihat dari lamanya seseorang menderita diare. Apabila diare pada anak terjadi lebih dari dua minggu bisa dipastikan bahwa anak sedang menderita diare presisten. Diare ini menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi, dan infeksi non usus.

  1. Diare Malnutrisi Berat.

Pada penderita yang mengalami macam-macam diare malnutrisi berat ini dapat menyebabkan penderita mengalami dehidrasi akut, gagal jantung, dan kekurangan vitamin dan mineral.

Posted in Diare Pada Anak | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment