Diare Pada Anak dan Balita

Diare pada anak dan balita merupakan gangguan kesehatan dan pencernaan yang memang kerap melanda anak-anak dan balita. Setiap tahun, tedapat sekitar 1500 juta kejadian diare pada anak-anak dan balita dan sebagai akibat langsungnya lebih dari 3 juta anak meninggal. Secara tidak langsung, jutaan anak lain meninggal akibat efek gabungan yang ditimbulkan oleh diare dan malnutrisi.

Infeksi karena strain patogenik E.coli mungkin merupakan peryebab terumum penyakit diare di begar berkembang. Mikrooganisme ini menyebabkan sampai 25% kasus penyakit diare pada bayi dan anak-anak dan secara khusus dikaitkan dengan pemberian makanan tambahan.

Diare pada anak dan balita

Diare pada anak dan balita

Diare adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari, baik disertai lendir dan darah maupun tidak. Diare sangat kejam tidak peduli ibu menagis ketika balitanya terkapar dan meninggal dunia akibat diare.

Hingga kini diare yang terjadi pada anak dan balita menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia. Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga, Depkes RI tahun 1996, 12% penyebab kematian adalah diare. Disebutkan akibat diare dari 1000 bayi, 70 bayi meninggal dunia sebelum merayakan hari ulang tahunnya yang pertama.

Diare pada anak dan balita terjadi karena beberapa penyebab yang mempengaruhi pencernaan bayi. Penyebab diare tersebut antara lain:

  • Virus rotavirus sekitar 50-70%.
  • Bakteri E.Coli 25%
  • Shigela vibriocholera.
  • Salmonela
  • Protozoa crytosporidium sekitar 5%.

Penyakit diare pada anak-anak dan balita juga dapat terjadi karena makanan yang tercemar. Diare pada bayi daat pertama kali mulai dikenalkan MPASI seringkali muncul efek samping diare karena perut si kecil anda kaget dengan makanan dan minuman yang baru di kenal dilambungnya.

Diare pada anak dan balita biasanya menimbulkan gejala seperti:

–        Si kecil anda yang menunjukkan badan lesu dan lemah.

–        Si kecil mulai mengalami dehidrasi atau yang seding kita kenal dengan kekurangan cairan tubuh.

–        Diare yang diderita si kecil yang disebabkan oleh adanya virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah.

–        Menurunnya nafsu makan si kecil yang dapat mengakibatkan si kecil kurang tenaga dan lemas.

–        Kotoran yang encer akan keluar dengan frekuensi 4x atau bahkan bisa lebih dalan waktu sehari itu menunjukkan adanya penyakit diare yang menyerang anak-anak dan balita yang disertai dengan darah atau nanah dalam tinja, atau tinja berwarna hitam, putih atau merah.

Ketika anak anda mengalami diare anda tidak perlu terlalu panik. Anda harus melakukan hal-hal yang dapat menjadi cara untuk penanganan penyakit diare pada anak dan balita anda. Yang dapat anda lakukan untuk anak anda adalah:

  • Apabila anak anda masih balita lanjutkan untuk terus memberinya ASI, susu formula, dan makanan padat pada si kecil untuk menjaga daya tahan agar tidak lemah.
  • Berikan oralit kepada anak anda yang sedang menderita penyakit diare pada anak dan balita. Yang harus ibu ketahui pemberian oralit pada anak tidak boleh langsung diberikan satu gelas sekaligus karena dapat menyebabkan anak anda muntah dan buang air besar terus menerus. Cara yang tepat untuk pemberian oralit pada anak anda adalah siapkan satu gelas air yang sudah dicampur dengan oralit dan minumkan pada anak 2 hingga 3 teguk yang kemudian berhenti selama 3 menit. Lakukan hal yang sama hingga oralit yang sudah disiapkan habis.
  • Apabila anak anda sudah mulai makan, berikan makanan seperti porsi biasa ketika si kecil sehat dan hindari makanan yang mengandung banyak serat seperti buah dan sayur. Jangan memberikan obat antidiare kepada anak anda karena akan menghambat kuman yang akan keluar.
  • Kenali dan waspadai tanda-tanda dehidrasi yang terjadi karena diare pada anak dan balita anda seperti mata cekung, haus, mulut kering, demam, da kencing berkurang.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk penderita diare pada anak dan balita adalah dengan menggunakan sebuah vaksin rotavirus yang memiliki potensi mampu untuk mengurangi jumlah penderita diare. Dapat juga dengan menggunakan vaksin lainnya seperti vaksin shigella, ETEC, dan cholera yang sedang dikembangkan yang memiliki fungsi sama dengan rotavirus yaitu untuk menegah penularan penyakit diare pada anak dan balita.

Pencegahan dapat dilakukan pula dengan cara mencuci tangan anda dengan menggunakan sabun sebelum makan karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering berkontak langsung dnegan benda-benda yang ada disekitar kita. Dan tidak lupa anda juga harus mengajarkan kepada anak anda untuk mencuci tangan setelah buang air besar untuk mencegah penyakit diare pada anak dan balita. Usahakan untuk meminum air yang sudah direbus terlebih dahulu hingga mendidih agar bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh anda dan keluarga anda terutama anak anda yang masih sangat rentan terserang penyakit diare yang terjadi pada anak dan balita.

Berikut ini adalah beberapa jenis diare pada anak dan balita yang sangat memeelukan pengawasan medis seperti:

  1. diare yang diderita oleh anak dan balita yang bercampur dengan darah,
  2. diare yang diderita pada balita,
  3. diare menengah atau berat pada anak-anak,
  4. diare yang terjadi pada anak dan balita yang terus terjadi lebih dari 2 minggu,
  5. diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam, kehilangan berat badan, dan yang lainnya.

=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Diare Pada Anak and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>