Diare

Diare merupakan salah satu penyakit yang berulang-ulang buang air besar yang sifatnya encer (cair). Ia sering pula disebut sebagai mencret atau dalam bahasa minang “mamboco”. Istilah diare berasal dari bahasa Yunani “diarrea” = mengalir melalui. Penyakit diare adalah sebuah penyakit dimana tinja atau fases berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit 3 kali dalam 24 jam. Di sebagian negara penyakit ini adalah salah satu penyakit penyebab kematian yang paling umum kematian penderita diare pada anak dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang dalam setiap tahunnya.

Bila seseorang dihinggapi dan mendrita penyakit ini ia akan sering kali ke belakang (toilet) untuk membuang hajat yang sifatnya air dan tidak bisa ditahan-tahan. Penyakit diare seperti in banyak ditemukan di negara-negara yang kondisi hidup mereka masih miskin, sehingga mereka terpaksa makan apa saja, dan tidak teratur dan jenisnya juga tidak memenuhi syarat.

Namun bagi negara yang standar hidupnya sudah membaik dan sudah bisa menyediakan makanan yang cukup bergizi penyakit diare ini juga lenyap begitu saja. Salah satu cara yang perlu dicatat bahwa penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak di bawah umur 5 tahun. Mereka lebih sering buang air besar yang cair ini yang biasanya lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam dengan kondisi cair.
Meskipun sering terjadi pada anak-anak, namun orang tuanya diliputi rasa cemas yang kepalang karena seringnya diare datang secara tiba-tiba.
Oleh sebab itu, orang tua harus memahami sedikit banyak apa penyebab dan upaya pencegahannya agar penyakit itu tidak datang menyerng sehingga orang yang mendekati si penderita jangan sampai hilang akal.

Menurut teori konvensional penyakit diare disebabkan oleh masuknya (invansi) kuman-kuman ke dalam usus yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Tapi penyebab utama dikarenakan virus (lebih dari 50 persen).
Dalam kondisi ini gerakan perlintasan usus meningkat tajam sehingga perlintasannya sangat di percepat dan masih mengandung bahan cair pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja.
Penyebab utama

Penyebab penyakit diare pada anak anda adalah bertumpuknya cairan didalam usus akibat terganggunya penyerapan air. Lebih dari 70 persen kasus diare yang disebabkan oleh virus, biasanya disertai dengan infeksi saluran pelepasan, karena itu anak-anak yang sedang dijangkiti diare diikuti oleh bakteri dan tenggorokannya merah serta telinga. Kondisi ini merupaka gejala dari luka, penyakit, alergi, kelebihan vitamin C, dan mengkonsumsi buah buahan tertentu. Penyebab diare pada anak biasanya juga disertai dengan sakit perut dan seringkali merasakan mual hingga muntah. Memakan makanan yang pedas, asam, atau yang bersantan sekaligus secara berlebihan juga dapat menyebabkan diare pada orang dewasa karena dapat membuat usus menjadi kaget.

Gejala

Gejala yang biasa ditemukan pada penderita penyakit diare ini adalah buang ar besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan, dehidrasi, mual, dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang mungkin muncul adalah demam tinggi yang hampir 40 derajat celcius, darah atau nanah yang bercampur dalam tinja, atau tinja yang berwarna hitam, putih, dan merah, rasa pegal pada punggung dan perut yang sering bunyi.

Penanggulangan penyakit diare

Jaga selalu hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Hal ini merupakan cara yang paling sesuai dnegan kebanyakan kasus diare di beberapa daerah bahkan disentri. Dengan mengkonsumsi air yang banyak yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan tidak seimbangnya elektrolit yang berbahaya dan dalam beberapa kasus yang langkat hal tersebut dapat berakibat fatal.

Mencoba makan lebih sering tetapi dengan porsi yang lebih sedikit dibandingkan dengan porsi yang biasa anda berikan kepada anak anda dengan frekuansi yang teratur dan jangan makan atau minum terlalu cepat. Cairan intravenous dapat diberikan kadangkala terutama pada anak-anak, dehidrasi dapat mengancam jiwa dan cairan intravenous mungkin dibutuhkan untuk menangani dehidrasi.

Terapi rehidrasi oral yang dimaksud dengan serapi ini adalah dengan meminum solusi gula/garam, yang dapat diserap oleh tubuh. Serta menjaga kebersihan tubuh anak anda dan isolasi yang merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit diare pada anak.

Pencegahan Diare

Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita diare pada anak anak terutama. Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin lainnya yang dapat digunakan untuk menghadapi rotavirus ini seperti Shigella, ETEC, dan Cholera yang sedang diusahakan untuk dikembangkan. Vaksin Shigella, ETEC, dan Cholera juga dapat digunakan untuk mencegah penularan penyakit diare pada anak anda maupun pada orang dewasa.

Pencegahan diare juga dapat dilakukan dengan cara mencuci tangan dengan menggunakan sabun pencuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan. Karena tangan adalah salah satu bagian dari tubuh kita yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda-benda disekitar kita, itu alasannya kenapa kita haris rajin mencuci tangan dengan sabun. Lakukan hal yang sama setelah selesai buang air besar. Usahakan meminum air yang sudah direbus hingga mendidih agar semua bakteri penyakit tidak masuk ke dalam tubuh. Segera bersihkan tempat tinggal dari sisa sampah jika terjadi bencana alam.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Diare Pada Anak and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>