Gejala Diare

Pada penderita gejala diare, mereka mengeluarkan racun, namun nutrisi tidak masuk tubuh ke dalam tubuh penderita padahal ia memerlukan banyak kalori. Untuk memenuhi kalori pada penderita diare pada anak, kompensasi mereka akan memecahkan kembali sycogen yang tersimpan didalam otot menjadi glukosa. Dengan tersedianya glykosis maka timbul rasa mual sampai akhirnya muntah. Selama belum ada yang masuk proses glykosis ini akan berlangsung terus sehingga mual dan muntah semakin sering terjadi.

 

Proses ini kelak baru terhenti bila dalam proses pengobatan masuknya cairan infuse yang mengandung gula masuk ke lambung pederita.
Gejala-gejala yang bisa timbul dalam penyakit diare pada anak ini adalah perut terasa sakit dan terasa mulas. Peningkatan frekuensi volume cairan dalam kotoran semakin tinggi. Kotoran itu ada yang berupa darah atau lendir saja. Disekitar anus terasa panas dan seolah-olah ingin buang air saja. Rasa demam juga menggejala dan perut terasa kembung. Perut terasa mual dan ingin muntah saat terjadi kejang-kejang pada si penderita. Dengan demikian berat badan akan melorot dengan tajam.
Bila penderta terus menerus kehilangan cairan karena bocor trsebut, dan terlambat mendapat pertolongan maka akan muncul gejala-gejala baru seperti anak-anak semakin kehilangan cairan tubuh yang banyak. Akibatnya mata akan cekung lalu harus, dan tidak ada lagi air mata bila si penderita menangis. Masih sering buang air kecil, tapi juga sedikit, warna kencing pekat.
Juga badan yang tinggi, si penderita tidak mau makan seperti biasa, kadang-kadang dia sering muntah. Dalam kondisi ini buang air besarnya sering pula mengandung darah, buang air itu beberapa kali dalam waktu 2 jam. Diare kronis akan berlangsung selama 2 minggu.
Dengan demikian, diare amat berbahaya bila tidak diberikan perawatan dengan baik yang dapat menyebabkan kematian. Kematian bagi penderita diare pada anak ini disebabkan oleh dehidrasi atau kehilangan cairan dan mineral yang terlalu banyak padan penderita. Karena itu bila diare menyerang penderita maka perlu diberikan air minum yang lebih banyak untuk menggantikan cairan yang hilang.

Kondisi kesehatan bayi anda memang sangat diperhitungkan, perubahan kondisi dari keadaan biasanya sering kali membuat anda cemas. Anda selalu sangat selektif dalam memilih makanan yang baik untuk anak anda yang sedang mengalami gejala diare seperti dengan memilih makanan yang dengan mudah dapat dicerna, ditelan, dan diserap  oleh sistem pencernaan anak anda seperti bubur atau tim. Memberikan makanan yang memiliki kandungan pactin yang tinggi seperti apel, pisang, kentang, wortel, dll. Memberikan anak anda jus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat gejala diare yang diderita oleh anak anda. Memberikan makanan yang mengandung lactobasilus seperti yoghurt. Dan dapat juga memberika air kepala hijau pada anak anda untuk mengganti cairan tubuh yang sudah hilang.

Anda juga harus mengetahui makanan apa saja yang tidak diizinkan untuk anak anda ketika sedang mengalami gejala diare seperti mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang lambung, misalnya makanan yang anda tambahkan bumbu merica, pedas, asam. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat yang tinggi, seperti sayuran, dan jenis buah-buahn tinggi serat, seperti mangga, karena “memaksa” sistem pencernaan yang sedang terganggu. Juga, sayuran yang merangsang produksi gas dalam tubuh si kecil, seperti kubis. Makanan yang mengandung lemak yang tinggi, seperti contoh kecilnya adalah coklat, es krim, serta makanan bersantan, seperti kolak.

Beberapa penyebab anak mengalami gejala diare seperti adanya infeksi oleh bakteri, virus (sebagian besar diare pada anak dan bayi disebabkan oleh infeksi rotavirus) atau parasit. Adanya alergi terhadap makanan atau obat tertentu terutama antibiotik yang sedang dikonsumsi anak saat menjalani pengobatan. Infeksi yang disebabkan karena bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll. Mengkonsumsi terlalu banyak pemanis buatan. Dan pada bayi saat baru pertama kalinya dikenalkan dengan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) seringkali memiliki efek samping munculnya gejala diare karena perut anak yang kaget dengan makanan dan minuman yang baru dikenal di dalam lambungnya.

Yang harus anda lakukan kepada anak anda ketika anak anda menderita gejala diare adalah dengan mengganti cairan dalam tubuh anak anda yang hilang dengan pemberian cairan oralit, yang kebutuhannya tergantung dari berat dan ringannya dehidrasi yang dialami pada anak anda. Memberikan kepada anak anda suplemen Zinc untuk meningkatkan kekebalan dinding usus besar si kecil. Ketika anak anda sedang mengalami gejala diare anak tidak boleh dipuasakan. Itu justru akan membuat anak anda semakin lemas. Terus lakukan pemberian makanan sesuai umur anak anda dengan menu dan porsi yang sama ketika ia sehat sedang sehat. Hal ini dilakukan demi anak anda untuk mengganti nutrisi yang sudah hilang akibat diare pada anak anda. Sebaiknya makanan diberikan kepada anak anda sedikit demi sedikit namun tapi sering. Ada baiknya anda dengan cepat memberi nutrisi setelah muntah anak anda berhenti. Dan berikan ASI atau pengenalan kembali secara lengkap makanan anak setelah 4 jam rehidrasi. Setelah 4 jam, anak anda memang dianggap sudah kembali ke BB semula sebelum ia muntah.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>