Masalah Penyakit Diare

masalah penyakit diare

masalah penyakit diare

Masalah penyakit diare merupakan masalah yang mendunia. Seperti sebagian besar penyakit anak-anak lainnya, penyakit diare tersebut jauh lebih banyak terdapat di Negara berkembang daripada Negara maju yaitu 12,5 kali lebih banyak di dalam kasus mortalitas. Diantara banyak bentuk penyakit diare, diare pada anak-anak yang berusia di bawah lima tahun (khususnya yang rentan) yang paling parah menurut manifestasi klinisnya adalah kolera, infeksi rotavirus, dan disentri.  Pada tingkatan yang lebih umum terdapat dua indicator efek kesehatan yang dapat dengan mudah diajukan, pertama yang berhubungan dengan angka kematian akibat penyakit diare, dan yang satu lagi dengan angka morboditas. Penyakit diare secara alami sering terjadi berulang kali dalam interval yang tidak tentu sehubungan dengan jumlah wabah penyakit (sebuah wabah biasanya didefinisikan sebagai suatu kejadian dari satu atau lebih kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit yang sama, atau suatu peningkatan jumlah kasus yang diobservasi melebihi jumlah yang diperikarakan). Berikut ini, indicator efek kesehatan yang kemudian diajukan :

  1. Angka mortalitas diare pada anak-anak usia 0-4 tahun
  2. Angka morbiditas diare pada anak-anak usia 0-4 tahun.
  3. Angka kekambuhan wabah-wabah penyakit diare pada anak-anak usia 0-4 tahun.

Penyebab utama masalah penyakit diare adalah infeksi atau vrus. Jalur masuk itama infeksi tersebut melalui feses manusia atau bintang, makanan, air dan kontak dengan manusia. Kondisi lingkungan yang menjadi habitat atau pejamu untuk patogen tersebut atau peningkatan kemungkinan kontak dengan penyebab tersebut menjadi resiko utama penyaiit ini. Sanitasi dan kebersihan rumah tangga yang buruk, kurangnya minum air yang aman dan pajanan pada sampah yang padat (misalnya melalui pengambilan sampah atau akumulasi sampah dilingkungan) yang kemudian mengakibatkan penyakt diare. Semua hal ini kemudian sering diasosiasikan dengan fasilitas manajemen sampah dan air yang buruk, prosedur yang aman dalam system persediaan makan (misalnya selama manajemen diperternakan, penyimpanan, makanan dan penjualan makanan eceran) yang kurang memadai, dan pengendalian polusi lingkungan (misalnya dengan limbah pertanian) yang tidak memadai.

Kenali Gejala Awal Masalah Penyakit Diare Pada Anak anda

  • Buang Air besar terus menerus yang disertai dengan rasa mules yang berkepanjangan
  • Badan si kecil yang mulai lesu dan lemah menandakan adanya masalah penyakit diare
  • Kotoran yang encer akan keluar dengan frekuensi 4x atau lebih dalam sehari
  • Pegeal pada punggung dan perut sering berbunyi
  • Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
  • Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
  • Panas (suhu tubuh meningkat)
  • Si kecil mulai tidak nafsu makan
  • Darah dan lendir yang tercampur dalam kotoran si kecil
  • Gastroenteritis, yaitu peradangan pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi atau keracunan makanan

Epidemik masalah penyakit diare juga dapat terjadi sebagai akibat dari kejadin polusi atau bencana alam besar seperti banjir. Musim kamarau  tampaknya juga menyebabkan wabah penyakit diare karena bertambahnya kekuatan patogen di saluran air dan kebutuhan akan penyimpanan air rumah tangga (sering terdapat dalam kondisi yang sangat tidak memadai). Diluar hal-hal ini terdapat banyak penyebab yang lebih umum dari status kesehatan buruk pada anak-anak, yaitu kemiskinan, pengucilan dibidan social dan kebijakan serta pengendalian lingkungan yang buruk.

Tindakan untuk mengurangi resiko penyakit diare secara nyata harus ditujukan pada lingkungan dan permasalahan social mendasar yang menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan penyakit. Perbaikan dalam penyediaan air, sanitasi, manajemen sampah dan kebersihan  makanan harus didahulukan. Namun pada jangka waktu yang singkat terdapat pula kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Respons yang cepat dan efektif menjadi pentng karena penyakit diare yang membunuh secara cepat. Angka mortalitas karena diare dapat banyak berkurang jika terapi rehidrasi oral segera dilakukan.
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah penyakit diare pada anak:
– Mengganti cairan tubuh si kecil yang hilang dengan pemberian cairan oralit, yang diberikan kepada anak tergantung kebutuhan dari berat atau ringan nya dehidrasi yang dialami oleh anak.
– Secepatnya untuk memberi nutrisi setelah muntah si kecil berhenti. Berikan ASI atau pengenalan kembali secara lengkap makanan anak setelah 4 jam dehidrasi. Setelah 4 jam, anak memang dianggap sudah kembali ke BB semula.
– Anak tidak boleh dipuasakan. Si kecil yang sedang menderita masalah penyakit diare harus terus memberikan makanan sesuai umur anak dengan menu yang sama ketika ia sehat. Ini dilakukan untuk mengganti nutrisi yang hilang dari tubuh si kecil yang sedang menghadapi masalah penyakit diare pada anak. Sebaiknya makanan yang diberikan pada si kecil sedikit demi sedikit tapi sering.
– Berikan anak suplemen Zinc untuk meningkatkan kekebalan dinding usus besarnya.

Masalah penyakit diare pada anak sebaiknya dikonsultasikan ke dokter untuk mengetahui kuman penyebab penyakit diare dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Apabila penyebab dari penyakit diare tersebut adalah virus dan dehidrasi yang dialami termasuk ringan atau sedang, si kecil dapat dirawat dirumah saja. Namun jika dehidrasi yang dialami berat maka harus dirawat dirumah sakit.

penyakit diare dapat diobati dengan menggunakan ramuan tradisional yaitu dengan menggunakan akar bunga teratai 50 gram, dan jahe 10 gram yang dicuci bersih lalu diparut dan diambil sarinya. Ramuan tersebut dapat dikonsumsi oleh anak 3 kali sehari.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Diare Pada Anak and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>