Pengobatan Diare

Pencegahan memang lebih baik daripada pengobatan diare , namun jika si penderita sudah terlanjur menderita diare tindakan pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan melakukan rehidrasi, karena penyakit ini menghilangkan cairan tubuh, maka tindakan cepat yang harus dilakukan adalah memberikan obat untuk mencegah atau mengatasi keadaan dehidrasi dan kehilangan garam.

Karena itu pada bayi dan anak-anak sampai usia sekitar 3 tahun dan lansia diatas 65 tahun . Untuk tujuan ini WHO telah menganjurkan tindakan ORS (Oral Rehdration Solution). Vitamin a atau garam oralit ORS merupakan suatu larutan dari campuran NaCI 3,5 g, KCI 1,5 g, Natrisat 2,5 g da glukosa 20 g dala 1 liter air matang.

Efek pemberian ORs sebagai cara pengobatan diare ini adalah betmabhanya penyerapan kembali air dari elektrolit. Air dan ORS akan diserap dengan cepat agar osmolarias cairan usus bercapur dengan darah. Jenis cairan yang perlu diberikan menurut leaflet karena RSI Santosa Bandung, adalah garam rehidrasi oral, ASI, air tajin (cairan yang ada waktu membuat bubur), sup, air tajin, dan air buah buahan. Disamping itu apa bula diberikan cairan teh cair, air kelapa muda. Bila jenis cairan diatas tidak dapat diperoleh bisa dibuat oralit khusus yaitu 1 sendok makan garam di campur 1 sendok teh gula.Cairan tersebut selalu diberikan kepada anak-anak setiap kali sehabis buang air besar.

Sedangkan jumlah yang perlu diberikan adalah sekitar 1/4 atau 1/2 mangkuk besar bagi anak-anak yang baru berusia 2 tahun ke bawah dan diberikan sedikit demi sedikit. Pemberian untuk anak diatas 2 tahun antara setengah dan satu mangkuk untuk pengobatan diare. Jika penderita muntah tunggal selama 10 menit kemudian baru diberikan lagi minuman tersebut secara perlahan lahan cairan ini terus diberikan sampai diare terhenti.

Gejala yang ditunjukkan dari penyakit diare ini antara lain seperti:

– Buang air besar terus menerus dengan rasa mulas yang berkepanjangan.
– Pegal yang rirasa pada punggung dan perut sering bunyi.
– Badan yang lesu dan lemah
– Darah dan lendir yang bercampur dengan kotoran
– Suhu badan yang mulai meningkat atau panas
– sering mual dan muntah bila penyebab dari diare adalah virus
– mengalami kekurangan cairan karena panas yang dirasakan.
– tinja yang encer dengan frekuensi 4 kali dalan jang waktu satu hari.

Diare infektif yang tidak biasa untuk diare akan dapat bertahan lama. Diare ini disebabkan karena adanya beberapa organisme penyebabnya tersebut yang dapat bertahan lama selama bertahun-tahun tanpa gejala penyakit jangka panjang yang jelas.

Garam rehidrasi oral (ORS) bisa pula disebut dengan Oralit. Merupakan suatu minuman yangb khas untuk diare, biasanya dibuatkan oleh dokter atau perawat dan bidan dalam pengobatan pertama penderita diare agar tidak kekurangan cairan pada penderita. Ia bisa diperoleh di apotik, toko obat, atau di Puskesmas yang ada untuk pengobatan diare.

Oralit ini harus dilarutkan dengan menambahkan air yang hangat kuku. Jumlah air harus sesuai dengan petunjuk yang ada dibungkus oralit tesebut agar tidak berlebih atau berkurang. Yang perlu diperhatikan oralit tidak boleh disimpan melebihi 24 jam.
Bayi yang mendapat ASI dan menderita diare, aturan itu tetap diberikan. Bila penderita tidak biasa menghisap ASI maka ASI dapat diperas dan dimasukkan ke dalam botol atau diberikan dengan menggunakan sendok.

Larutan oralit ini dapa pula dibuat dari bahan tepung beras. Dalam kondisi darurat larutan oralit dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada disetiap rumah tangga. Tepung beras 50 gram, di campur dengan 1 liter air selama 7-10 menit, kemudian disaring. Larutan garam dapur dimasukkan 3,5 gram (lebih kurang 1/2 sendok teh rata) dan ditambahkan air matang lagi sampai bervolume jadi 1 liter tepat. KCI dan sistrat dalam hal ini jauh kurang penting daripada garam dan pati yang esensial bagi penyerapan air.

Kemungkinan lain dilaporkan sama efektifnya padalautan garam dapur 3,5 gram dengan gula putih 30 gram(=kl 1 sendok makan) dalam satu liter air matang.
Namun secara medis , obat yang sering digunakan pada diare adalah: 1) “kemoterapeutika”, untuk memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, dan sebagainya, 2) “obstipansia”, untuk terapi simtomais yang dapat menghentikan diare, 3) “spasmolitika”, zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare, antara lain seperti-papaverin.

Pengobatan diare jiga dapat dilakukan dengan cara yang tradisional. Seperti halnya dengan tumbuhan teratai yang mampu mengobati diare dari akar hingga bunganya.

1. Pengobatan diare pertama

Bahan-bahan

50 gram akar teratai
10 gram jahe

Cara pembuatan ramuan untuk pengobatan:

Cuci bersih semua bahan yang sudah disediakan. Kemudian parut semua bahan dn ambil sarinya.Minum ramuan tersebut tiga kali sehari setiap pagi, siang dan sore hingga diare sembuh.

2. Pengobatan diare kedua

bahan-bahan

50 gram bunga teratai
10 gram jahe
100 cc air bersih
1 sendok makan madu

Cara pembuatan ramuan untuk pengobatan:

Cuci bersih bunga teratai dan jahe, setelah dicuci parut atau juice semua bahan. Rebus menggunakan air bersih sebanyak 100 cc hingga mendidih. Setelah ramuan dingin tambahkan 1 sendok makan madu dan minum sekaligus. Konsumsi ramuan untuk pengobatan diare ini hingga penyakit diare anda sembuh.

Untuk anda yang belum mengetahui tentang penyakit ini dapat anda pelajari sekarang juga. Selamat memahami dan terima kasih.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *