Penyakit Diare Anak

Penyakit diare anak lazim diijumpai, terutama pada bayi. Diare terjadi bila anak buang air besar lebih encer dan lebih sering dari biasanya. Tinja anak diare dapat mengandung lendir dan darah, tergantung pada penyebabnya. Gejala lain yang ditimbulkan dari diare pada anak adalah demam dan muntah. Kadang gejala muntah dan demam mendahului geala diarenya. Diare yang di derita si kecil dapat menyebabkan buah hati anda kekurangan cairan.

Penyebab penyakit diare anak sangat bermacam-macam, antara lain infeksi (bakteri atau virus) dan alergi makanan (khususnya susu atau laktosa). Diare harus segera ditangani. Bila tidak, diare dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi yang dapat berakibat fatal.

Lifebuoy-5g-Gejala-dan-Pengobatan-Diare-Pada-Anak-fix

Virus yang paling banyak menyebabkan penyakit diare anak adalah virus rotavirus. Diare juga dapat disebabkan oleh bakteri, seperti Shigella, Vibrio Cholera, Salmonella (nonthypoid), dan Escherichia Coli. Si kecil dapat mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diarenya hebat dan diikuti kejang, darah pada tinja, dan demam.

Aturan cemas memberi makan diare pada anak adalah memberi makan dalam porsi kecil, namun sering. Kondisi tinja mungkin memerlukan waktu untuk menjadi pulih karena usus bayi cenderung lambat untuk kembali normal. Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan pemberian ASI. Di kondisi ini, ibu perlu menghindari softdrink dan kopi yang dapat memperburuk keadaan si kecil. Makan dan minum diberikan serperti biasa untuk menghindari dehidrasi dan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Penyakit diare anak disebabkan dari:

– Sebagian besar dari diare pada anak yang sudah akut disebabkan karena infeksi. Banyak dampak yang dapat terjadi karena infeksi saluran cerna seperti adanya pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit dan gangguan keseimbangan asam basa.

– Bila si kecil terserserang penyakit diare pada anak bisa saja disebabkan karena adanya parasit, infeksi bakteri maupun virus, antibiotik, ataupun disebabkan karena makanan.

– Penyakit diare anak yang disebabkan karena infeksi virus. Virus yang paling banyak menimbulkan diare pada anak anda adalah virus rotavirus. Menurut WHO, rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25% diare yang terjadi pada anak usia 6-24 bulan.

– Infeksi Bakteri yang menyebabkan penyakit diare pada anak sangat jarang, biasanya disebakan karena Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli bisa saja merupakan penyebab diare pada anak anda. Anak anda kemungkinan mengalami diare akibat infeksi bakteri jika diare yang dialaminya sangat hebat, diikuti dengan kejang-kejang, terdapat darah di tinjanya, serta demam tinggi.

– Jika anak atau bayi anda mengalami diare selama pemakaian antibiotik, mungkin hal ini berhubungan dengan pengobatan yang sedang dijalani si kecil. Antibiotik bisa saja membunuh bakteri baik dalam usus selama pengobatan. Konsultasikan pada dokter mengenai penyakit diare anak anda. Namun, jangan hentikan pengobatan pada anak anda sampai dokter memberikan persetujuan.

– Infeksi akibat parasit meski sangat jarang juga dapat menyebabkan diare. Penyakit giardiasis misalnya. Penyakit ini disebabkan parasit mikroskopik yang hidup dalam usus. Gejala giardiasis diantaranya adalah banyak gas, tinja yang sangat banyak dan berbau busuk, perut kembung, serta diare pada anak.

Penanganan Umun yang diberikan ketika diare pada anak menyerang adalah:

  • Makan dan Minum Untuk bayi dan balita yang masih diberi ASI, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu). Bagi anak yang sudah tidak minum ASI, makan dan minum seperti biasa untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang penyakit diare anak.
  • Garam Oralit Berikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Cara yang tepat untuk pemberian oralit pada anak ini adalah minum segelas oralit sedikit demi sedikit, dua sampai tiga teguk, kemudian berhenti selama tiga menit. Hal ini harus diulang terus menerus sampai satu gelas oralit habis. Minum oralit satu gelas sekaligus dapat memicu anak untuk muntah dan buang air besar yang akan menghasilkan hal yang sia-sia.
  • Bila anak anda menderita diare pada anak segera periksakan anak ke dokter bila penyakit diare anak lebih dari 12 jam atau bila bayi anda tidak mengompol dalam waktu 8 jam, suhu badan lebih dari 39°C, terdapat darah dalam tinjanya, mulutnya kering atau menangis tanpa air mata, dan luar biasa mengantuk atau tidak ada respon.
  • Dan bila penyakit diare yang sedang diderita anak tidak mendapatkan penanganan yang kuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik. Beberapa cara penanganan yang baik untuk diare yang diderita anak anda dengan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit, pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap di beberapa penelitian.
  • Secara umum penanganan diare pada anak akut ditujukan untuk mencegah/menanggulangi dehidrasi atau kekurangan cairan serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa yang kemungkinan terjadinya intoleransi, mengobati kausa dari diare yang spesifik, mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta.
  • Dehidrasi pada penyakit diare anak dengan mengganti defisit. Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oralit sesuai dengan defisit yang terjadi pada anak anda.

 

 

 

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Diare Untuk Membantu Mengatasi Diare, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Diare Pada Anak and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *